Nasional

Airlangga Dinilai Tepat Pimpin Golkar

JAKARTA-Munaslub tampaknya menjadi solusi guna mengakhiri gonjang-ganjing Partai Golkar akibat penahanan Setya Novanto oleh KPK.

Sejumlah kandidat mulai bermunculan. Namun dari sekian banyak calon, hanya satu yang diperkirakan menguat, yakni Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (AH). Bahkan AH mendapat dukungan dari internal maupun eksternal. “Dari kiri-kanan, atas-bawah, dukungan ke pak AH sudah sangat besar. Pak AH punya punya kemampuan dan pengalaman. Dia sangat tepat pimpin Golkar,” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar (PG) di Jakarta, Minggu (26/11/2017).

Malah Mekeng berharap Munaslub cukup melalui musyawarah untuk aklamasi saja. Tidak perlu bertarung bebas seperti pada Munas atau Munaslub sebelum-sebelumnya karena hanya membawa perpecahan pada Golkar. Aklamasi juga sangat penting untuk konsolidasi partai lebih cepat. “Kalau bisa musyawarah, ya musyawarah. Supaya cepat dan tidak ada perpecahan,” ujarnya.

Lebih jauh Ketua Komisi XI DPR ini berharap penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) paling lambat pertengahan Desember 2017.

Munaslub jangan ditunda-tunda agar partai lebih cepat konsolidasi dan bisa mempersiapkan pilkada 2018 serta pemilihan presiden (Pilpres) 2019. “Tahun depan sudah ada pilkada. Tahapan pilkada sudah dimulai diawal tahun. Kalau berlama-lama, bisa-bisa Golkar terancam tidak ikut Pilkada. Waktu persiapan pemilihan legislatif (Pileg) atau Pilpres pun sangat singkat kalau ditunda-tunda,” jelasnya.

Mekeng menjelaskan tahapan Pileg sudah mulai pertengahan tahun 2018. Kalau Munaslub harus diundur-undur, PG bisa terancam tidak mengajukan calon legislatif (Caleg) karena penandatangan Caleg bukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) tetapi oleh seorang Ketum. Dia meminta para elit Golkar, pimpinan DPD I (propinsi) dan DPD II (kabupaten/kota) harus realistis melihat kondisi sekarang ini. “Kita menghormati putusan rapat pleno DPP PG tanggal 21 Nopember 2017 lalu bahwa putusan Munaslub menunggu pra peradilan kasus Novanto. Kalau pra peradilan ditolak maka segera setelah ada hasil pra peradilan, DPP harus segera mengadakan rapat pleno lagi untuk menetapkan waktu Munaslub. Agenda Munaslub adalah tunggal yaitu pemilihan Ketum baru,” tuturnya.

Menurut Mekeng, dukungan menggelar Munaslub sudah sangat kuat. Mayoritas pengurus DPD I dan DPD II sudah mendorong dilakukan Munaslub. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top