Nasional

Agung: Pemecatan Erwin Aksa Sesuai AD/ART Golkar

JAKARTA, Ketua Dewan Pakar Partai Golkar HR Agung Laksono mendukung langkah DPP Partai Golkar memberikan sanksi pemecatan Erwin Aksa dari kepengurusan karena mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga pada Pilpres 2019.

Apalagi dukungan Golkar terhadap Jokowi – Ma’ruf Amin sebagai capres diputuskan melalui mekanisme Munaslub yang disepakati semua unsur partai baik tingkat pusat maupun daerah. Seharusnya keputusan itu dipatuhi oleh seluruh kader di semua tingkatan.

“Jadi, kalau ada aksi, ada reaksi, dan tentu ada sanksi. Ini berlaku bagi semua kader termasuk saya dan pengurus di tingkat pusat dan daerah, jika tidak mematuhi keputusan partai,” tegas Agung Laksono, Selasa (20/3/2019) malam.

Agung Laksono yang juga Ketua Umum PPK Kosgoro 1957, menilai keputusan DPP Partai Golkar memecat Erwin Aksa dari kepengurusan sudah memenuhi unsur PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas dan Tidak Tercela) dan aturan AD/ART Partai Golkar.

Erwin Aksa selain telah melanggar aturan PDLT, sanksi ini juga untuk menjaga marwah partai yang secara konsisten mengamanatkan, hasil Munaslub Partai Golkar 2017, untuk mendukung Jokowi – Ma’ruf Amin.

Partai Golkar akhirnya mengganti Erwin Aksa sebagai Ketua Bidang Koperasi dan UKM di DPP Partai Golkar, dan posisinya digantikan oleh Andi Lukman.

Andi Lukman salah satu kader Partai Golkar yang sekarang mencalonkan diri sebagai caleg DPR RI dari Dapil Jakarta Utara, dan bukan kader baru di Golkar.

Menurut Agung, masalah rotasi kepengurusan adalah hal yang biasa dalam sebuah partai politik, namun yang lebih penting adalah upaya bersama dalam memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019.

“Misi utamanya adalah memenangkan Pak Jokowi. Kemenangan Pak Jokowi adalah kemenangan dalam upaya menjaga NKRI dan semangat kebhinekaan Pancasila. Tentu ini tidak hanya sekedar slogan tapi juga dibutuhkan kerja keras oleh semua pihak,” ujarnya.

Agung Laksono mengatakan pihaknya bersama seluruh elemen Partai Golkar terus menyosialisasikan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin agar dipilih masyarakat.

“Pilpres ini menentukan arah kebijakan dan arah perpolitikan Indonesia ke depan. Untuk itu, saya telah memerintahkan caleg-caleg Partai Golkar untuk terus meningkatkan kinerjanya. Utamanya tentang Pilpres ini,” pungkasnya.

Sebelumnya DPP Partai Golkar memutuskan memberhentikan kadernya Erwin Aksa dari kepengurusan partai, karena yang bersangkutan mendukung pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandiaga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top