Perbankan

AFPI: 50 Fincteh Antri Perizinan Ke OJK

AFPI: 50 Fincteh Antri Perizinan Ke OJK

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Pertumbuhan Fintech landing syariah diprediksi cukup signifikan, apalagi saat ini sudah ada 50 Fintech yang mengajukan perizinan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bahkan peluangnya bisa lebih tinggi, mengingat industri keuangan dan ekonomi syariah di Indonesia masih low base. “Fintech lending yang sedang antre untuk mendapatkan perizinan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri terdapat sekitar 50 fintech lending,” kata Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Kuseryansyah di Jakarta, Jumat, (5/2/2021).

Berdasarkan catatan, AFPI sendiri melihat di antara 10 fintech lending syariah, sudah bertambah pemain dengan jumlah penyaluran pinjaman lebih meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kami yakin ke depannya akan terjadi peningkatan yang signifikan. Beberapa di antaranya adalah fintech lending syariah,” ujarnya.

Lebih jauh Kuseryansah berharap jika OJK telah mencabut moratorium pendaftaran fintech lending baru, fintech-fintech lending yang sedang mengantre tersebut bisa masuk dalam pipeline perizinan di OJK.

Diakui Kuseryansah,
penyaluran pinjaman dari fintech lending syariah selama pandemi COVID-19 pada 2020 mencapai Rp1,7 triliun.

“Total penyaluran pinjaman dari fintech lending syariah pada Desember tahun lalu kurang lebih Rp1,7 triliun dari 10 platform fintech lending,” imbuhnya.

Dalam kesempatan sama, Ketua Bidang Humas AFPI, Andi Taufan Garuda Putera mengatakan bahwa Fintech-fintech lending yang bergerak di syariah terus bertambah.

Menurut dia, OJK sendiri melihat tren fintech lending syariah mengalami peningkatan sehingga aturan-aturan mengenai fintech syariah di mana dalam POJK nomor 77 Tahun 2016 belum ada, saat ini mulai difasilitasi.

“AFPI sendiri melihat tren fintech lending syariah ini sangat positif, karena Indonesia dengan mayoritas penduduk Muslim maka fintech lending syariah memiliki potensi besar untuk terus berkembang,” katanya. ***

 

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top