Market

Ada Trend Ramai-Ramai Jual Dolar AS

JAKARTA-Tren penguatan rupiah makin terasa. Meski rupiah ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu pagi, bergerak melemah tipis menjadi Rp12.912. Padahal sebelumnya sebesar Rp12.909 per dolar AS. “Kebanyakan beli rupiah ke dolar soalnya lagi turun. Mending dilepas daripada makin anjlok,” kata pegawai Money Changer Ayu Masagung Jakarta, Rabu (28/9/2016).

Diakui atau tidak, melemahnya dolar AS terhadap rupiah membuat masyarakat terpaksa melepaskan dolarnya ke money changer. “Kalau turun jadi Rp 12.000 per dolar AS itu baru kemarin. Kalau turun sedikit demi sedikit sudah dari pertengahan September,” ujarnya

Ayu Masagung menyiapkan lebih banyak rupiah untuk mengantisipasi banyaknya nasabah yang menukarkan dolar AS ke rupiah. “Kebanyakan jual karena rupiah kosong kita tolak. Kalau sekarang sudah disiapkan lebih banyak,” paparnya

Sementara itu ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menegaskan pergerakan mata uang rupiah relatif masih stabil di level Rp12 ribu/dolar AS di tengah uang tebusan yang terus bertambah seiring dengan naiknya deklarasi dan repatriasi amnesti pajak. “Kondisi itu terus mendorong optimisme di pasar keuangan domestik. Selanjutnya, fokus pelaku pasar akan sedikit teralih ke angka inflasi September 2016,” katanya.

Hari ini dolar sedikit menguat, kata Rangga, penguatan itu di tengah membaiknya indeks kepercayaan konsumer Amerika Serikat dan harga minyak mentah dunia yang bervariasi

Pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk. Rully Nova menambahkan bahwa sentimen amnesti pajak akan menjaga rupiah untuk tidak tertekan lebih dalam. “Fluktuasi nilai tukar rupiah juga akan dijaga sesuai dengan fundamentalnya,” katanya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top