Nasional

Ma’ruf Cahyono Minta Mahasiswa Terus Belajar Pancasila

JAKARTA – Sekretaris Jenderal MPR RI Ma’ruf Cahyono mengingatkan para mahasiswa agar selalu belajar dan belajar tanpa bosan soal Pancasila dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Itu sangat penting dipahami. Sebab, aspek-aspek pengetahuan tentang Pancasila dan nilai luhur bangsa yang kelihatannya mudah, tapi sesungguhnya esensinya sangat luar biasa di tengah Indoensia yang kebablasan saat ini.

“Contohnya, saya sering melihat mahasiswa dan generasi muda yang lupa syair lagu Indonesia Raya. Jika dalam tataran hal mendasar, bangsa ini sudah peduli, memahami tanpa menganggap enteng, maka hal- hal penting lainnya menyangkut Pancasila pemahaman dan implementasinya akan menjadi sangat mudah. Dan, pada akhirnya akan membentuk kepribadian yang berkarakter nasional yang kuat,” tegas Ma’ruf saat menjadi pembicara dalam acara seminar pendidikan ‘Pancasila sebagai Pedoman Berkehidupan dan Penunjang Pembangunan Negara Indonesia’ di Universitas Ar-Rahim Universitas Yarsi, Jakarta, Senin (8/5/2017).

Salah satu hal yang juga harus dipahami generasi muda kata Ma’ruf, adalah soal kedaulatan. Kedaulatan tidak dipungkiri memang di tangan rakyat. Dimana inti dari kedaulatan adalah, kedaulatan tersebut berada dimana saja. Kedaulatan rakyat diharapkan berada dimanapun, berada dalam kehidupan keseharian kita.

“Kedaulatan rakyat diharapkan berada dimanapun, berada di tataran politik, berada di tataran ekonomi, sosial budaya dan lainnya. Inti dari kedaulatan rakyat disitu,” ujarnya.

Selanjutnya, Ma’ruf membacakan puisi cinta Indonesia.

Masih Indonesiakah kita, setelah sekian lama banyak jatuh bangun/ Setelah sekian banyak terbentur dan terbentuk/ Masihkah kita meletakkan harapan di atas kekecewaan, persatuan di atas perselisihan

Musyawarah di atas amanah, kejujuran di atas kepentingan / Ataukah ke-Indonesiaan kita telah pudar tinggal slogan? Tidak…!! /Karena nilai-nilai itu kita lahirkan kembali, kita bumikan dan kita bunyikan dalam setiap jiwa dan manusia Indonesia.

Dari Sabang sampai Merauke, kita akan melihat gotong royong dan tolong menolong / Kesantunan bukan anjuran akan tetapi kebiasaan dan kepedulian menjadi dorongan.

“Isi puisi tersebut adalah intisari dari Indonesia yang kita harapkan, Indonesia yang selama ini sudah berproses. Oleh karena itulah generasi muda sekarang tinggal melaksanakan. Laksanakan dalam kegiatan sehari-hari misal, kalau berdiskusi, bermusyawarah jangan berkelahi jangan adu urat leher sambil jungkir balik meja. Tapi, harus berdialg dengan santun dan cerdas. Ini juga harapan Indonesia ke depan agar nilai-nilai yang selama ini sudah mulai hilang bisa kembali dibunyikan dan dibumikan,” katanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top