Nasional

DPR Minta Pemerintah Perhatikan Kesejahteraan Guru

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan bahwa bangsa Indonesia membutuhkan guru yang mampu menjadi pondasi negara untuk membangun manusia moderen yang mampu bersaing. Karena itu kesejahteraan guru harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Demikian disampaikan Fahri Hamzah ketika menerima Serikat Pekerja Guru Turki dan PGRI di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (10/4/2017).

Menurut politisi PKS itu, kalau tingkat kesejahteraan guru kita terlalu jauh, dan guru belum menjadi profesi yang dibayar dengan baik, tentu SDM terbaik bangsa kita akan lari ke sektor lain. Padahal kita memerlukan guru menjadi pondasi pembangunan manusia Indonesia, dan kita ingin terus meningkatkan itu.

Indonesia kata Fahri, adalah salah satu negara yang unik, karena dalam konstitusinya mencantumkan anggaran pendidikan. Untuk itu pemerintah berkewajiban menjamin hak atas setiap warga negara untuk mendapatkan pendidikan, hal ini tercantum pada UUD 1945 Pasal 31 Ayat 2, 3, dan Ayat 4 yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.

Selain itu pemerintah juga mewajibkan setiap warga negara untuk mengikuti pendidikan dasar, dan pemerintah wajib membiayainya serta minimal mengalokasikan dana pendidikan sebesar 20 persen dari APBN dan APBD.

“Ini harus kita implementasikan karena itu saya ingin mengecek juga seberapa sejahtera guru kita khususnya yang jauh dari kota. Sebab kadang-kadang yang di pusat bisa diprioritaskan karena dekat, tapi yang jauh bagaimana, padahal pengorbanan menjadi guru di daerah terpencil kan lebih berat,” ujarnya.

Dia mendukung mendorong ada kerja sama antara asosiasi guru Turki dengan PGRI. Jika ditelaah sejarah Turki adalaha sejarah perang sedangkan Indonesia memiliki sejarah pendidikan dan kebudayaan dalam proses masuknya agama Islam. Kedua pengalaman yang ekstrem ini bisa dibagi-bagikan, dan karena itulah asosiasi guru Turki dan Indonesia baiknya membuat asosiasi bersama.

Indonesia dan Turki merupakan negara mayoritas berpenduduk muslim, maka sudah sewajarnya dalam menghadapi tantangan gelobal perlu ada kerja sama dalam berbagai bidang. Sehingga SDM di tiap negaranya bisa berkontribusi bagi kejayaan bangsa masing-masing.

“Biar kita bisa saling belajar secara mendalam tentang bagaimana bangsa mempersiapkan generasinya menghadapi masa depan yang lebih rumit. Masa depan itu pasti tidak lebih mudah, masa depan pasti lebih rumit,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top