Nasional

Dibanting, Hadikusumo Laporkan Benny ke Polda Metro Jaya

JAKARTA – Paripurna DPD RI yang sempat ricuh pada Senin (3/4/2017) siang berbuntut panjang. Merasa dirinya diseret dan dibanting sampai jatuh, maka anggota DPD asal Daerah Istimewa Yogyakarta, Muhammad Afnan Hadikusumo, akhirnya melaporkan dua rekannya, Benny Rhamdani dan Delis Julkarson Hehi ke Polda Metro Jaya atas peristiwa dugaan pengeroyokan tersebut.

Menurut Afnan dirinya bermaksud mengajak anggota DPD dari Jawa Timur Ahmad Nawardi untuk turun dari podium. Sebab, saat itu Nawardi mengambil alih podium, padahal paripurna belum dibuka. “Saya bermaksud mengajak Nawardi yang sedang teriak-teriak agar duduk, karena acara belum dimulai,” tegas Afnan.

Namun, saat ia naik ke panggung, tiba-tiba dari belakang, Benny Rhamdani, Delis, serta beberapa orang lainnya ikut naik ke panggung. “Saya diseret kemudian dibanting, yang nyeret Benny sama Delis,” tutur Afnan.

Saat diseret, ia mengaku kepalanya terbentur meja dan membuatnya pusing. “Kepala sebelah kanan bengkak, sampai sekarang pusing. Ini saya di Polda masih agak pusing-pusing,” jelas Afnan.

Laporan telah dilayangkan Afnan. Selanjutnya, Afnan menyerahkan kepada pengacaranya dan juga kepolisian. Penyidik Polda Metro Jaya akan memproses laporan Muhammad Afnan yang diduga dikeroyok oleh dua anggota DPD tersebut.

Laporan itu bernomor TBL/1635/IV/2017/PMJ/Dit.Reskrimum Polda Metro Jaya tertulis pelapor Muhammad Afnan Hadikusumo dikeroyok oleh terlapor yaitu Benny Ramdhani dan Delis Julkarson Hehi.

Selain diwarnai perdebatan alot, rapat paripurna Dewan Perwakilan Daerah (DPd) juga diwarnai aksi saling dorong. Kericuhan dimulai saat salah satu Anggota DPD dari Jawa Timur Ahmad Nawardi maju ke atas podium dan mengambil alih pengeras suara.

Anggota lainnya kemudian bergegas ke arah podium karena tak terima Nawardi mengambil alih podium di pertengahan sidang. Ia lah Anggota DPD asal Daerah Istimewa Yogyakarta, Muhammad Afnan Hadikusumo.

Peserta rapat ricuh. Beberapa di antaranya mengikuti langkah Afnan dan berkerumun di sekitar podium. Karena itu, langkah Afnan yang naik ke atas podium terhenti karena ia sempat ditarik hingga terjatuh dari atas panggung podium oleh anggota DPD dari Sulawesi Utara Benny Rhamdani. Suasana pun semakin memanas. Keduanya sempat dilerai oleh petugas keamanan.

Ditemui di sela rapat, Benny mengaku hal itu dilakukannya agar Nawardi tidak emosi. “Saya menarik yang bersangkutan, tangannya, itu kan banyak orang. Itu tangga saya saja hampir jatuh. Saya menarik turun beliau justru biar enggak ada emosi dari si Pak Nawardi,” kata Benny.

Benny merupakan salah satu pihak yang menginginkan pemilihan pimpinan DPD tetap dilakukan atau mengikuti peraturan tata tertib DPD yang menyatakan bahwa masa jabatan pimpinan DPD 2,5 tahun.

Benny membantah jika pihaknya disebut memicu keributan. Benny mencontohkan kejadian beberapa waktu lalu saat pimpinan DPD menolak menandatangani perubahan masa jabatan pimpinan dari 5 tahun menjadi 2,5 tahun.

“Harus didudukan persoalan secara benar. Mereka pintar bikin opini seolah-olah kericuhan dibuat oleh pihak kami. Dulu ketika tata tertib diputuskan paripurna dan mereka terlibat pengambilan keputusan itu mereka tidak mau tanda tangan, akhirnya muncul kegaduhan,” tambahnya.

Adapun agenda rapat tersebut adalah membacakan putusan Mahkamah Agung (MA) soal uji materi tata tertib DPD Nomor 1 Tahun 2016 dan tata tertib DPD Nomor 1 Tahun 2017. MA mengabulkan permohonan tersebut, yang berarti dua tatib tersebut tak berlaku. Sehingga masa jabatan anggota DPD kembali menjadi lima tahun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top