Nasional

27 Nama Anggota DPR yang Pernah Dipanggil KPK

JAKARTA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut ada tiga klaster atau kelompok besar terkait pengusutan dugaan suap kasus e-KTP, salah satu kelompok itu adalah dari anggota DPR RI. Di proses penyidikan 27-an anggota DPR yang dipanggil dan lebih dari 200 saksi yang sudah diperiksa.

“Ada sejumlah saksi yang diperiksa, lebih dari 200 saksi. Di antara para saksi tersebut, sekitar 23 anggota DPR yang kita panggil meski tidak semuanya hadir. Anggota DPR yang hadir sekitar 15 orang dalam proses pemeriksaan di penyidikan,” tegas Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK Jakarta, pada Senin (6/3/2017) malam.

Mereka antara lain Setya Novanto, Anas Urbaningrum, M Nazaruddin, Agun Gunandjar, Ganjar Pranowo, Ade Komarudin, Numan Abdul Hakim, Rindoko Dahono Wingit, Olly Dondokambey, Jafar Hafsah, Khatibul Umam Wiranu, Teguh Juwarno, Arif Wibowo, Taufiq Effendi, Chairuman Harahap, Markus Nari, Melcias Marcus Mekeng.

Miryam S Haryani, Jazuli Juwaini, Tamsil Linrung, Yasonna Laoly, Mirwan Amir, Abdul Malik Haramain, Mulyadi,. Djamal Aziz, Mustoko Weni, dan Ignatius Mulyono.
Dalam perjalanan penyidikan selama 3 tahun di kasus itu, KPK memang sering memanggil para anggota DPR terkait kasus e-KTP. Ada sekitar 27 anggota DPR yang pernah dipanggil KPK terkait penanganan kasus mega proyek e-KTP. Nama-nama itu didapat dari pemeriksaan KPK. Sejumlah nama itu datang memenuhi pemeriksaan, tapi ada pula yang tidak hadir, bahkan ada pula yang beberapa kali diperiksa penyidik KPK.

Salah satunya disampaikan oleh Chairuman Harahap yang diperiksa KPK selaku mantan Ketua Komisi II DPR dari Fraksi Partai Golkar. Saat diperiksa pada Senin, 7 November 2016, Chairuman mengaku diperiksa soal proses penganggaran dalam proyek pengadaan e-KTP.

“Ya penjelasan kita proses kita di DPR di Komisi II, bagaimana kita memutuskan anggaran itu dan berbagai hal yang perlu kejelasan. Saya kira tentu KPK kredibilitasnya tentu kita akui,” kata Chairuman yang merupakan anggota DPR periode 2009-2014 itu.

Kemudian tentang aliran dana, sosok M Nazaruddin yang paling sering ‘bernyanyi’. Chairuman pun pernah membantah pernyataan Nazaruddin bila Komisi II DPR menerima aliran dana e-KTP. “Ah kata dia (Nazaruddin). Ya buktikan saja sama dia. Itu kata dia, saya kenal juga nggak,” kata Chairuman, Selasa 11 Oktober 2016.

Dalam kasus e-TKP, KPK baru menetapkan dua tersangka yang sama-sama merupakan pejabat Kemendagi yakni Irman (mantan Dirjen Dukcapil) dan Sugiharto (mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil). Belum ada tersangka lain yang ditetapkan setelah keduanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top