Investasi

Zulkifli Hasan : Sudah Saatnya Melayu Bangun Kekuatan Ekonomi

_3469426762

JAKARTA—Bangsa Melayu diyakini bisa  membangun kekuatan ekonomi guna menyaingi dominasi ekonomi  yang pegang  AS. Namun tentu harus memperhatikan sektor pendidikan dan sumber daya manusia. “Etnis Melayu yang mendominasi wilayah Asia Tenggara bisa menjadi kekuatan ekonomi ketiga di dunia setelah Uni Eropa dan Amerika Serikat,” kata Ketua MPR Zulkifli Hasan di sela-sela berlangsungnya acara Konvensi  XVI Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), Selasa (27/10/2015) malam.

Menurut Zulkifli, kebangkitan umat Islam akan dimulai dari etnis Melayu akan terlihat saat masuk Masyarakat Ekonomi Asean akhir tahun ini. Namun disisi lain,  diperlukan  persatuan dan kesatuan di antara etnis Melayu.

Dia menegaskan bahwa kunci kemajuan suatu bangsa yang ditandai dengan kekuatan ekonomi adalah sumber daya manusia, bukan sumber daya alam.

Menurutnya, banyak contoh negara yang tidak memiliki sumber daya alam, namun bisa maju seperti halnya Singapura.

Dia menyoroti sejumlah negara yang kaya sumber daya alam di Timur Tengah, namun karena dilanda perang dan lemah sumber daya manusianya, ekonominya sulit untuk diharapkan.

Menurutnya, Indonesia berpotensi memimpin kemajuan ekonomi etnis Melayu mengingat demokrasi telah berjalan dengan baik.

Sementara itu, Presiden DMDI, Tan Sri Ali Rustam mengatakan bahwa penyelenggaraan konvensi “Dunia Melayu Dunia Islam” adalah untuk mempererat silaturahmi dan persatuan antarbangsa Melayu dan umat Islam.

Ali Rustam yang juga Ketua Kamar dagang sekaligus Senator Malaysia ini menjelaskan bahwa salah satu fokus konvensi tersebut adalah peran DMDI dalam penguatan pembangunan ekonomi.

Kekuatan ekonomi, ujarnya, sangat diperlukan dalam menghadapi pasar bebas khususnya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). “Konvensyen ini memiliki tujuan untuk menghidupkan kembali kejayaan Islam sekaligus untuk memberi semangat jati diri orang Melayu dan umat Islam dengan semangat kesatuan dan perpaduan, pembangunan, terutama untuk menghadapi MEA,” kata Ali dalam sambutannya.

Konvensi yang diikuti perwakilan dari 18 negara yang digelar Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) itu berlangsung selama tiga hari.

Perwakilan negara- negara yang tergabung dalam DMDI termasuk Malaysia, Indonesia, Inggris, Australia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Singapura, Kamboja dan negara Asia Tenggara lainnya. **aec

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top