Perbankan

Volume Transaksi Kartu Kredit BNI Tumbuh 15%

tribunnews.com

JAKARTA-Bisnis kartu kredit masih menjadi tumpuan industri perbankan. Bahkan transaksi kartu kredit dari Bank BNI pada 2016 terlihat tumbuh cukup besar yakni 14%-15% atau bisa tembus angka Rp 11,2 triliun. “Awalnya kita targetkan punya growth yang lebih tinggi dari yang lain. Tahun ini kita harapkan growth-nya 14-15% (outstanding). Volume transaksi kemarin semester I industri kan agak melandai ya. Kita masih tumbuh sedikit,” kata
Direktur Konsumer Banking BNI, Anggoro Eko Cahyo di Jakarta, Rabu (10/8/2016).

Namun begitu, kata Anggoro, volume transaksi kartu kredit pada semester I -016 cenderung agak datar. Meski begitu masih ada harapan menanjak hingga akhir 2016. “Industri malah seingat saya melandai, bahkan minus nol koma sekian. Kita sih masih bisa tumbuh lah, tapi nggak banyak,” ujarnya

Pertumbuhan saat ini ditopang fee based income dari pembiayaan perdagangan, pengelolaan rekening, bisnis kartu dan transaksi ATM.
Meskipun adanya pertumbuhan dari sektor Corporate Credit Card, target fee based income perseroan tidak akan berubah dan tetap mengikuti Rencana Bisnis Bank (RBB) yang telah ditetapkan. “Kalau lihat semester I fee base income-nya tercapai. Kita yakin RBB (Rencana Bisnis Bank) paling tidak, bisa kita capai, karena transaksi kartu kredit dan ATM, fee base income dari pengelolaan rekening ya. Setiap bulan kan kita masih bertambah rekening baru 200.000 rekening,” terangnya.

Pada tahun ini sendiri, lanjut Anggoro, dari segi jumlah kartu kredit, BNI menargetkan adanya pertambahan kartu kredit hingga 630.000 kartu, yakni dari jumlah saat ini sebesar 1,17 juta kartu menjadi 1,8 juta kartu. “Fee base income yang dari konsumer salah satu yang terbesar itu, dari pengelolaan rekening, transfer-transfer, dan fee base dari kartu kredit. Itu yang tiga besar. Selama ini bisa kita pastikan terus bertambah, ya kita optimis,” imbuhnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top