Nasional

UBK : Lior Air Bisa Dikenakan 3 UU

IMG-20180626-WA0031

JAKARTA-Menyikapi insiden pesawat Lion Air JT 610 pada senin 29 oktober 2018 lalu, ada tiga mata pisau sanksi hukum yang dapat dikenakan kepada Maskapai nasional Lion Air.

Demikian disampaikan Pakar Hukum Pidana Universitas Bung Karno (UBK) Azmi Syahputra dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Adapun tiga sanksi itu, antara lain Pertama-sanksi perdata ganti rugi atau santunan, Kedua-sanksi administratif pencabutan izin termasuk sanksi pidana. Ketiga-Undang-Undang nomor 10 tahun 2009 tentang Penerbangan sudah tegas mengatur ini terutama jika dipakai sanksi pidana yang menjadi ultimum remedium dalam case ini berupa sanksi pidana 10 tahun penjara vide pasal 406 ayat 3 uu penerbangan.

Karenanya, kata Azmi, kerja kerja operasional KNKT sangat menentukan. Sehingga diharapkan KNKT harus teliti dan objektif. Karena ini berkait membangun sistem penerbangan Indonesia kedepan. “Agar jaminan keselamatan dan keamanan lebih dapat maksimal dan diantisipasi serta dapat menjadi pelajaran yang mahal,” tambahnya.

Hasil Audit dan catatan kinerja termasuk komplain masyarakat selama ini terhadap management Lion. Hal ini juga dapat dijadikan faktor faktor pendukung bahwa Lion patuh pada ketentuan atau Lion Air abai. Dan memudahkan persoalan tentang penerbangan apalagi jika terbukti kurang maintenence (perawatan) jika terbukti akibat kurang perawatan maka layaklah tiga mata pisau hukum itu dikenanakan pada maskapai Lion Air.

Pengusaha mengambil untung boleh, lanjutnya, begitupun punya target juga boleh. Namun jangan merampok kualitas, biaya perawatan dan hal hal ketentuan tentang kelayakan penerbangan. Karena ini menyangkut keselamatan nyawa dan jiwa manusia.***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top