Infrastruktur

Tumpukan Beton U Ditch Milik Pemkot Tangerang, Tak Terpakai

20171113_124321-1

TANGERANG-Pengadaan U Ditch yang dilakukan oleh Dinas Cipta Karya yang kini dilebur menjadi Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Tangerang Tahun Anggaran 2016 dinilai mubazir. Pasalnya sampai menjelang akhir 2017 beton yang khusus untuk pembuatan drainase lingkungan tersebut masih menumpuk di belakang Kantor eks Dinas Ciptakarya Kota Tangerang di Jalan Satria Sudirman Kota Tangerang.

Seperti yang terlihat pada hari Senin (13/11/2017). “Kalau seperti ini jelas mubazir, dan pemborosan uang negara, karena U Ditch nya masih banyak menumpuk disini,” ujar Yan Sandi Koordinator LSM Lembaga Pemantau Penyelengara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) Yan Sandi kepada wartawan, Senin (13/11/2017).

Lebih jauh Yan Sandi menjelaskan berdasarkan penelusurannya selama ini bahwa U Ditch yang ditumpuk di belakang Kantor eks Dinas Ciptakarya tersebut dipergunakan sebagai pengganti U Ditch yang rusak. “Infonya U Ditch ini dipergunakan untuk yang rusak, namun sampai saat ini kok masih banyak yang belum dipergunakan, artinya ada masalah dengan perencanaan,” katanya.

Kuat dugaaan, lanjut Yan, pengadaan U Dicth yang dilakukan diakhir tahun 2016 tersebut cenderung dipaksakan untuk menghabiskan anggaran di tahun 2016. “Kami menduga adanya pemaksaan anggaran karena mengingat urgensinya yang tidak jelas, apalagi proyek ini ditenderkan dan nilainya mencapai Rp3,8 miliar. Nilai yang cukup besar buat pengadaan yang waktunya sempit,” ujarnya.

Yan Sandi menambahkan melihat fisik yang saat ini tertumpuk di lapangan eks Dinas Ciptakarya bahwa U Dicth yang ada lebarnya lebih dari 1 Meter dan itu menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum.

Sementara itu ketika dikonfirmasi terkait masalah ini eks Kepala Dinas Ciptakarya yang kini menjabat Kepala Dinas Perkim, Dafyar Eliyadi Hardian tidak bisa ditemuin. Sementara dihubungin via handphone tidak aktif. (Can)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top