Nasional

Tim Cyber Polri Diminta Usut Wanita Pelaku Video Mesum Dengan Anak

images-1

JAKARTA-Kasus viral video mesum antara wanita dewasa dengan anak di bawah umur menjadi keprihatinan banyak pihak. Kalangan DPR mengutuk keras dan meminta aparat penegak hukum khususnya tim cyber Mabes Polri dapat bekerja cepat mengusut perkara tersebut. “DPR mimta aparat melakukan penegakan hukum secara serius dan tegas, agar dijadikan pembelajaran ke depan,” kata anggota Komisi anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu, (7/1/2018)

Menurut anggota F-PDIP, wajah Indonesia yang religius, berkebudayaan dengan penuh keberadaban tercoreng sudah, bahkan terkesan tidak ada nilai etika dan moral bangsa. “Apalagi kejadian ini berlangsung ditengah giat-giatnya upaya pemerintah dalam program revolusi mental,” tambahnya.

Dikatakan Legislator Jatim VI, kejadian ini tidak bisa dipandang sederhana. Karena sejak dulu belum ada yang menuntaskan dalam merekonstruksi pornografi dan pornoaksi untuk menjabarkannya dalam materi muatan norma perundang-undangan sebagaimana buat politik hukum negara. “Dulu kan sibuk berpolemik dengan berbagai teori demokrasi dan HAM, sehingga kita lupa issu-issu strategis yang harus dihighlight. Sehingga saat ini masalah ini menjadi persoalan yang komplek, rumit dan selalu menjadi polemik dalam penegakan hukumnya,” paparnya.

Lebih jauh Arteria menjelaskan ini namanya tragedi kemanusiaan. Karena Indonesia merupakan suatu tatanan yang tidak hanya tatanan ketatanegaraan, melainkan penuh dengan balutan etika, moral dan sistem nilai yang tidak tertulis akan tetapi sudah terlembaga. Apalagi video mesum antara perempuan dan 2 anak di bawah umur. Ini tidak dapat dianggap sebagai kejahatan pornografi dan pornoaksi yang sama. Derajat kejahatannya jauh lebih tinggi. Apalagi ada juru kamera/foto, terkesan bahwa pelaku secara sadar berniat untuk melakukan perbuatan tersebut, dimana salah satu obyeknya adakah 2 anak di bawah umur. Dimana lagi muka ke-Indonesiaan kita, tidak hanya sebagai orang timur dengan balutan sistem moral yang luar biasa hebatnya sebagaimana dikenal oleh bangsa lain seperri dahulu kala,” terangnya lagi.

Oleh sebab itu, lanjut Arteria, DPR minta Tim Cyber Polri bekerja cepat. Karena ini bukan hal yang sulit. “Saya minta hukuman yang seberat-seberatnya, bagi pelaku perempuan dewasa maupun juru kamera. Kalau perlu dihukum mati saja. Terhadap 2 anak tersebut saya minta kepada Dirjen Rehabilitasi sosial kemensos untuk segera menangani anak yang terkena dampak sosial tersebut,” tandasnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top