Infrastruktur

Terminal Berlian, Tanjung Perak Dilengkapi Shore Connection

images

SURABAYA-Fasilitas Terminal Berlian yang berada dalam Kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya makin canggih dengan hadirnya peralatan “shore connection” atau instalasi penyediaan listrik. Fasilitas listrik ini bisa dinikmati unntuk mencukupi kebutuhan listrik pada mesin utama kapal dan mesin bantu kapal. “Fungsinya untuk membantu pengoperasian kapal untuk mesin induk,” kata
CEO PT Pelindo III, Ari Askhara di Surabaya, Senin, (9/4/2018).

Lebih jauh kata Ari, fasilitas shore connection merupakan salah satu layanan penyediaan pasokan daya listrik dari dermaga ke kapal. Sehingga dapat meringanjan beban listrik saat melakukan operasional muatan. “Mendukung mesin generator, navigasi dan kegiatan operasi mesin kapal lainnya,” tambahnya.

Dengan demikian kapal yang sandar di dermaga tidak lagi menggunakan BBM auxiliary engine karena biayanya relatif lebih mahal. Sementara penggunaan shore connection biayanya malah lebih murah. “Yang pasti ini akan lebih efisien serta ramah lingkungan. Ini merupakan salah satu ekstensifikasi layanan kepada pengguna jasa untuk lebih efisien dalam penggunaan energi sehingga biaya operasional mereka bisa lebih murah,” tuturnya.

Dikatakan Ari, penggunaan shore connection mempunyai beberapa keuntungan, antara lain, menghemat energi karena mengurangi konsumsi bahan bakar kapal saat kapal bersandar karena mendapat pasokan listrik di dermaga sehingga menyumbang efisiensi biaya energi dan cost competitive karena lebih murah apabila menggunakan pasokan listrik. “Saat ini shore connections sudah dapat dioperasikan untuk melayani kapal petikemas domestik dan kemungkinan ke depannya akan melayani kapal petikemas internasional,” katanya.

Direktur PT Lamong Energi Indonesia (LEGI) yang merupakan bagian dari Pelindo III, Edward Danner Pardammean Napitupulu mengatakan layanan ini sudah tersedia di Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) sejak 11 Maret 2018.
Dengan adanya layanan tersebut, kata dia, pemilik kapal mampu melakukan efisiensi kebutuhan bahan bakar saat kapal sandar.

Selain itu, program ini juga dilakukan guna mendukung program green port yang digagas pemerintah. “Untuk saat ini, fasilitas shore connection hanya ada di Terminal Berlian. Namun ke depan kami juga akan sediakan di Terminal Teluk Lamong, Terminal Petikemas Surabaya dan Terminal lainnya di Pelabuhan Tanjung Perak,” kata Edward.

Sementara itu, fasilitas shore connection memberikan efisiensi jika biasanya untuk menghidupkan mesin tambahan saat sandar membutuhkan BBM sekitar 5 ton atau sekitar 50 kiloliter dengan harga Rp7.250 per liter, maka dengan listrik hanya sekitar Rp2.150 per KWH.

Secara total, kebutuhan BBM solar saat sandar yang mencapai sekitar Rp36 miliar, bisa dipangkas hingga 30 persen, bahkan hingga 40 persen. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top