Nasional

Tanpa NU, Golkar Jatim Tak Bertahan

IMG-20171104-WA0122

PROBOLINGGO-Partai Golkar terus bergerilya di Jawa Timur dan membangun kedekatan dengan sejumalah ulama NU serta pondok-pondok pesantren. Manuver politik ini diduga terkait Pilgub Jatim dan persiapan Pemilu 2019. “Saya menyadari, tanpa dukungan umat Islam, khususnya kalangan Nahdiyin, tidak mungkin Golkar bisa survive dan terus berkarya hingga saat ini,” kata Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto mengunjungi Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu sore (4/11/17).

Novanto datang bersama sang Isteri Deisti Novanto, dan sejumlah pengurus DPP Partai Golkar, antara lain Wakil Ketua Dewan Pakar Mahyudin, Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Roem Kono, Ketua Bidang Hubungan Legislatif, Eksekutif, dan Lembaga Politik sekaligus Korwil Jawa Timur Yahya Zaini, serta Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Dapil Jawa Timur Gatot Soedjito, Adies Kadir, dan Purnamasidi.
“Alhamdulillah saya bisa silaturahim dengan para kyai dan santri serta warga dan tokoh masyarakat Probolinggo. Dari sini kita mulai kegiatan Indonesia Bershalawat sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-53 Partai Golkar.” ujar Novanto.

Indonesia Bershalawat di Probolinggo dilaksanakan di lapangan Dringu, dihadiri sekitar 30.000 orang. Turut hadir Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, Wakil Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko, Ketua DPD Golkar Jawa Timur Nyono Suharli, dan Ketua DPD Golkar Probolinggo Oka Mahendra.

Lebih jauh Novanto menjelaskan, ini adalah kali pertama dalam sejarah Golkar, peringatan ulang tahun dirayakan dengan kegiatan Indonesia Bershalawat. Setelah di Probolinggo, Indonesia Bershalawat juga akan diselenggarakan di berbagai daerah lain di Indonesia. “Indonesia Bershalawat adalah bukti kedekatan Golkar dengan para alim ulama, kyai, dan santri serta para warga Nahdiyin,” paparnya lagi.

Melalui Indonesia Bershalawat, Novanto mengharapkan Bangsa Indonesia mendapatkaan syafaat dari Rasulullah SAW. Serta keberkahan, keselamatan dan kedamaian untuk negeri tercinta.

Dengan penuh rasa bahagia, Novanto juga menyampaikan bahwa Indonesia Bershalawat diadakan bukan semata karena dirinya Ketua Umum Partai Golkar. Melainkan karena dirinya juga termasuk keluarga besar Nahdlatul Ulama.

“Saya juga bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama. Saya mendapat kehormatan diberikan kartu tanda anggota NU (KartaNU) oleh Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siroj pada perayaan Harlah NU, Januari 2017 lalu” kata Novanto sambil menunjukan KartaNU kepada para jamaah.

Dalam kesempatan yang berbahagia tersebut, Novanto juga menyampaikan dukungannya atas rencana pemerintahan Presiden Jokowi memberikan gelar pahlawan kepada beberapa tokoh Nahdiyin. Seperti almarhum KH Abdurrahman Wahid yang pernah menjabat Presiden Republik Indonesia periode 1999-2001.

“Terakhir, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi bahaya radikalisme yang telah merusak sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya di kalangan pemuda. Saya yakin dengan pandangan keagamaan warga Nahdiyin, Islam sebagai rahmatan lil alamin dapat menjaga bangsa kita dari perpecahan. Golkar dan NU juga punya kesamaan pandangan mengembangkan islam yang moderat” papar Novanto.

Novanto yakin, dengan mengembangkan Islam yang moderat, dapat mendorong Indonesia menjadi negara maju, makmur, damai, sejahtera lahir batin, serta berperan besar dalam percaturan internasional. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top