Nasional

Tahun Politik Harus Jaga Keharmonisan

IMG-20180412-WA0062

JAKARTA-Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO) meminta masyarakat menjaga kerukunan dan toleransi umat beragama di tahun politik ini. Dengan toleransi maka NKRI akan berjaya dengan terus mengamalkan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. “Saya yakin dan optimis Indonesia akan terus hidup dan berjaya lebih dari seribu tahun lagi apabila semua tetap bersatu dan bersemangat membangun bangsa ini,” katanya saat menjadi pembicara pada acara Kordinasi Nasional Forum Kerukunan Beragama (FKUB) Provinsi/Kabupaten/Kota dengan tema “Peningkatan Peran dan Fungsi Dalam Rangka Menjaga Harmoni Kebangsaan Guna Mendukung Suksesnya Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2018 dan Persiapan Pemilu Tahun 2019” di Jakarta, Rabu(18/4/2018).

Untuk mencapai hal tersebut, kata OSO, masyarakat harus menjadikan Pancasila sebagai dasar sekaligus pengarah dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar negara, maka kebhinekaan akan selalu berjalan seiring dengan rasa persatuan kita. “Kita akan menjadi manusia-manusia yang memandang bahwa perbedaan adalah rahmat,” tambahnya.

DPD RI adalah miniatur wilayah Politik, Sosial, Budaya (POLSUSBUD) Indonesia. Hal tersebut jelas tercermin dari keragaman latar belakang Anggota DPD RI itu sendiri. Dalam struktur kelembagaan DPD RI, fokus perhatian DPD RI yaitu membangun daerah demi meningkatkan kesejahteraan rakyat serta pemerataan hasil pembangunan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. “Pada titik inilah DPD RI memberikan perhatian khusus bagi terus terjaganya kerukunan hidup antarumat beragama mengingat bahwa bangsa Indonesia telah ditakdirkan oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai bangsa yang secara geografis, etnis, dan budaya, bahkan secara keyakinan agama sangatlah beragam-ragam,” ujarnya.

Menurut Oesman Sapta, sebagai bagian dari agenda politik nasional yang akan memasuki masa atau periode pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 serta Pemilu Presiden 2019. Menyerukan kepada para generasi pembuat perubahan, harus memperkokoh fondasi kebangsaan dan pilar-pilar kebernegaraan kita, fondasi persatuan nasional dan pilar-pilar keharmonisan sosial sebagai warisan kepada generasi penerus bangsa ini
“Saya mengajak dan mengimbau saudara-saudara segenap komponen bangsa melalui Forum Kerukunan Antar Umat Beragama ini untuk menjaga kerukunan sosial, keharmonisan antarumat beragama sebagai panggilan tugas mulia di tahun politik ini,” pungkas Senator asal Kalimantan Barat itu.

Sementara itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin menghargai jasa para ulama saat mendirikan Indonesia dan demi NKRI bahwa Piagam Jakarta seperti Piagam Madinah yang dibuat dan dibangun dengan perjanjian yang kuat antara sesame anak bangsa. “Inilah toleransi yang sesungguhnya dan bangsa ini dibangun atas perjanjian yang kuat di antara sesama bangsa, saya yakin ini seperti piagam Madinah adalah sebuah dokumen yang disusun oleh Nabi Muhammad SAW,” jelas Wakil Ketua MPR RI itu.

Piagam Madinah kata Rais Aam PBNU itu, adalah yang merupakan suatu perjanjian formal antara dirinya dengan semua suku-suku dan kaum-kaum di sana untuk hidup berdampingan yang secara damai, negara kita sudah berkesepatakan untuk berdampingan, dan dalam perspektif islam perjanjian tidak boleh dilanggar. “Kita akan jaga toleransi dan kerukunan NKRI Insya Allah tidak hanya sampai 2030 tapi sampai kiamat,” tegas Ma’ruf Amin.

Hadir dalam acara tersebut Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua DPD RI Oesman Sapta, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono, Anggota DPD RI Benny Rhamdani, Jaksa Agung Muda Jan S Maringka, dan para Pimpinan Tokoh Lintas Agama. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top