Nasional

Survey SMRC, Maruarar Sindir Waketum Gerindra Untuk Terima Kenyataan

IMG-20170609-WA0005

JAKARTA-Waketum Partai Gerindra, Ferry Jualiantono mengatakan kemenangan pasangan Anies Baswedan- Sandiaga S Uno mempengaruhi situasi politik nasional. Bahkan d kemenangan pasangan gubernur DKI Jakarta nomor 3 ini mendongkrak elektabilitas Partai Gerindra dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Selian itu, Ferry mengatakan Pilkada DKI Jakarta memiliki dampak negatif bagi elektabilitas Presiden Joko Widodo. Ferry beralasan  menurunnya elektabilitas Presiden Jokowi dapat dilihat dari makin meningkatnya jumlah hater di media sosial terhadap Presiden Joko Widodo. “Jumlah heter di media sosial semakin meningkat dibanding tahun sebelumnya,” katanya saat menjadi pembicara dalam Rilis Survei Nasional SMRC yang bertajuk “Politik Nasional Pasca Pilkada DKI Jakarta” di Kantor SMRC Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (08/06/2017).

Selaian Ferry acara tersebut juga dihadiri oleh Direktur Eksekutif SMRC, Djayadi Hanan, Politikus Partai Golkar, Yorrys Raweyai dan Politikus Muda PDI Perjuangan Maruarar Sirait. 

Lebih lanjut aksi-aksi yang dilakukan Joko Widodo yang dulu dianggap luar biasa dan menuai pujian masyarakat, sekarang kondisinya terbalik. Aksi-aksi Jokowi malah menuai kritik dan sindiran oleh masyarakat. “Ungkapan gebuk/ tendang juga menuai kritik masyarakat karena dinilai tidak sesuai dengan kepribadian Jokowi yang dinilai sosok yang santu,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Politikus Muda PDI Perjuangan Maruarar Sirait menjawab dengan elegan.

Menurutnya pilkada DKI Jakarta memiliki efek pada politik nasional.
“Efeknya Pak  Jokowi makin unggul ketimbang Prabowo Subianto. Begitu juga PDI Perjuangan makin unggul daripada Gerindra,” katanya.

Lebih lanjut ketua Umum DPP TMP ini mengungkapkan memang bagi pihak yang berharap ingin menurunkan poin kepada Jokowi pasti akan kecewa melihat hasil survei ini. Berdasarkan hasil lembaga survei menegaskan Presiden Joko Widodo terbukti  makin dicintai dan didukung oleh rakyat.
“Itu pasti tidak akan mudah menerima kenyataan itu. Saya berusaha menerima kekalahan Ahok. Dan Ferry harus bisa menerima kenytaan bahwa Prabowo masih di bawah Jokowi,” sindir Ara kepada Ferry yang disambut gelak tawa.

Ara menegaskan berdasarkan data survei masyarakat merasa puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo.  Dan masyarakat juga percaya bahwa pemerintahan Jokowi-JK masih on the track . “Kalau bicara ekonomi dari data survei ekonomi Indonesia makin membaik. Dan secara politik banyak menduga Jokowi tidak mampu mengatasi tekanan selama 8-9 bulan ini. Terbukti  dapat dilalui,” jelasnya.

Bicara hukum, Ara mengungkapkan masyarakat percaya di era Pemerintahan Jokowi penegakan hukum berjalan. Terbukti Jokowi tidak mengintervensi kasus hukum yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama. “Rakyat tahu Jokowi-Ahok memiliki hubungan yang bagus. Tapi soal hukum Jokowi tidak mau intervensi. Buktinya survei rakyat percaya penegakan hukum berjalan ssecara adil. Kalau Jokowi mengintervensi hukum Ahok,  saya yakin akan berbalik. Probowo nomor satu jokowi nomor 2,”paparnya.

Perlu diketahui berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan SMRC menunjukkan dalam pertanyaan terbuka bila pemilihan presiden diadakan ketika survei dilakukan 34,1 persen pemilih secara sponta mendukung Jokowi dan 17,2 persen mendukung Prabowo.

Saat dilakukan simulasi head to head elektabiltas Jokowi sebesar 53,7 persen jauh meninggalkan Prabowo Subianto yang hanya mendapat 37,2 persen.

Sementara itu, penilaian atas kondisi ekonomi, politik, dan keamanan relatif stabil. 44,4 % merasa ekonomi rumah tangga lebih baik dibanding tahun lalu, bahkan 62,3% optimis keadaan ekonomi keluarga akan lebih baik tahun depan.  Sejalan dengan itu, penilaian atas kondisi ekonomi nasional juga cenderung positif, yakni sebesar 57,1%.

Survei nasional ini dilakukan pada 14-20 Mei 2017 dengan melibatkan 1350 responden yang dipilih dengan teknik multistage random sampling dari total populasi nasional yang sudah memiliki hak pilih pada pemilihan umum, yakni mereka yang berumur 17 tahun atau lebih atau sudah menikah ketiva survei dilaksanakan. Margin eror survei ini rata-rata +/- 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top