Industri & Perdagangan

Strategi Marketing O2O Ditengah Perkembangan e-commerce

Marketing Online

JAKARTA-Menjamurnya e-commerce membuat banyak pengusaha retail berusaha mengembangkan sistem seiring perubahan gaya hidup generasi terkini, online dari bisnis mereka. Demikian mengutip Bisnisid.id, Minggu (8/7/2018). Namun pada konsep Offline to Online, umumnya dilakukan oleh perusahaan besar yang memang sudah mapan dibidangnya.

Seperti diketahui konsep ini bertujuan supaya pelanggan memiliki akses yang lebih mudah untuk mencari, membandingkan dan melakukan transaksi tanpa batasan waktu dan tempat, yang tidak bisa dilakukan di Offline chanel.

Di sisi lain, berkembangnya e-commerce di Indonesia diikuti juga dengan persaingan yang semakin ketat antara pemainnya. Untuk dapat terus bersaing, para perusahaan e-commerce terus berlomba-lomba menghadirkan layanan-layanan terbaru untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Yang terbaru saat ini adalah maraknya konsep Online to Offline (O2O). Konsep ini bertujuan untuk menghadirkan toko fisik dari e-commerce agar pelanggan dapat memiliki experience dalam berbelanja.

Sehubungan dengan fenomena tersebut, Retail Community mencoba membahas hal ini dengan para experts di bidangnya pada Forum Grup Disscusion. Dalam forum ini hadir Jeffry Anwar Sani (CoFounder tukangsayur.co), Simon Jonatan (Presiden Direktur Bintang Toedjoe), Ronny Rendra (National Product Manager Indofood Asahi Sukses), Devain Kapoor (Sonayna Boutique & Devian Kapoor Brand), Ricky Anselmus (Personal Start-Up Investor) dengan dimoderatori oleh Joko Wiyono selaku Founder dari QASA CONSULTING.

Dari forum tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk pengusaha offline yang melakukan perubahan ke online, perlu dipahami bahwa investasi di online adalah program jangka panjang yang tidak cukup setahun dua tahun dalam menyuntikkan dana. Sedangkan untuk pengusaha online ke offline, hingga saat ini konsumen Indonesia masih sangat memerlukan barang yang perlu dipegang dan dirasakan.

Sementara itu, berbelanja online melalui marketplace hingga saat ini masih banyak menuai resiko, contoh seperti barang yang sudah diterima namun tidak sesuai ukuran dan ekspektasi dari para konsumen.

Tentu saja tidak semua barang-barang di marketplace membutuhkan experience seperti alat elektronik dan lain-lain. Akan tetapi barang-barang yang digunakan oleh badan seperti pakaian masih sangat diperlukan experience untuk merasakan dan menyentuh barang tersebut. Oleh karena itu untuk peluang Online to Offline (O2O) dirasa paling besar pada bidang fashion. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top