Industri & Perdagangan

Spindo Targetkan Penjualan Baja Naik 15%

SURABAYA-Proyek infrastruktur yang banyak dikerjakan oleh Pemerintahan Jokowi berdampak positif pada industri dalam negeri terutama produsen baja nasional. Permintaan pipa baja untuk pasar domestik melonjak. “Strategi penjualan semester pertama masih mengandalkan ritel, pada semester kedua ini Spindo akan fokus diproyek infrastruktur,” kata Direktur HRD & GA PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (Spindo), Anton Subagiyanto seperti dikutip surya.co.id, Rabu (6/7/2016.

Pada kuartal pertama tahun ini, kata Anton, perseroan mencatat kenaikan produksi sebanyak 20 persen dibandingkan periode yang sama pada 2015 lalu.

Tahun lalu (2015) total produksi mencapai 25 ribu ton perbulan, sementara pada 2016 ini produksi Spindo mencapai 30 ribu ton perbulan. “Jadi per bulan, rata-rata ada kenaikan produksi 5 ribu ton,” tuturnya.

Lebih jauh Anton optimis angka pertumbuhan tersebut akan naik lagi pada semester kedua tahun ini. “Makanya kapasitas produksi dari mesin yang ada akan kita maksimalkan. Karena saat ini utilisasinya baru 65 persen dari kapasitas produksi,” terangnya.

Guna mendukung hal itu, keberadaan depo-depo di luar Jawa, terutama di wilayah Indonesia Timur juga akan diperluas. Ini dilakukan, karena pemerintah mengarahkan fokus pembangunan infrastruktur ke wilayah Indonesia Timur.
“Jadi pas sudah,” tegas Anton.

Dengan upaya yang dilakukan tersebut, Spindo optimis dapat mewujudkan target penjualan tahun ini naik 10 sampai 15 persen dibandingkan tahun lalu.

Data Kementerian Perindustrian menunjukkan, kebutuhan pipa baja dalam negeri saat ini mencapai 1,5 juta ton per tahun.
Tapi industri dalam negeri hanya mampu memenuhi 60 persen saja atau sebesar 900 ribu ton. “Ini berarti ceruk pasar pipa baja dalam negeri masih luas. Inilah yang akan terus kita genjot,” pungkas. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top