Investasi

Solusi Urai Kemacetan Depok, Perlu Percepat Pembangunan Kawasan Margonda Dua

IMG-20180904-WA0102

DEPOK-Anggota Komisi V DPR RI Hj Intan Fauzi, SH, LL.M meminta Pemerintahan Kota Depok mempercepat eksekusi pembangunan 6 kawasan bisnis baru yang dirancang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Depok.
Program yang dikenal dengan sebutan Margonda Dua yang membentang mulai dari Cinere, Bojongsari, Cimanggis, Cibubur, Tapos, dan Citayam dinilai sebagai salah satu solusi mengurai kemacetan yang terjadi di kawasan bisnis Margonda, Depok selama ini. “Saya kira, rencana penerapan ganjil genap di Jalan Margonda, Depok, hanya sebagai proyek sementara atau solusi jangka pendek saja. Pemkot Depok harus punya program jauh ke depan salah satunya membangun Jalan Margonda II di wilayah Barat Depok, yaitu Bojongsari dan Sawangan,” ujar Intan disela-sela acara “Ngobrol Santai” dengan wartawan di Depok, Sabtu (8/9/2018).

Kendati demikian, Intan mengaku sistem ganjil genal ini terbukti ampuh mengurai kemacetan di Jakarta ketika perhelatan Asian Games 2018 kemarin. Namun penerapan system ini bersifat sementara sehingga perlu dicarikan solusi jangka panjangnya. “Itu hanya sebagai rekayasa lalu lintas saja. Saat ini pertumbuhan penduduk dan pemilik kendaraan jauh lebih besar dibandingkan ruas jalan, sehingga diwacanakan ganjil genap. Tapi jangan sampai ini malah membuat warga membeli kendaraan labih dari satu karena tidak mau kena sistem ini,” katanya.

Menurutnya, pemerintah kota harus melakukan pemerataan pembangunan. Salah satunya dengan mempercepat proyek Jalan Margonda II yang salah saatu titiknya ada di kawasan Bojong Sari. Dengan demikian perkembangan ekonomi dan roda perputaran uang tidak hanya terpusat di Margonda saja.

Dengan demiian kemacetan juga otomatis terurai. “Margonda II ada enam titik. Jika itu dikembangkan maka kemacetan di Margonda tidak lagi signifikan. Jadi solusi jangka panjangnya adalah pemerataan permbangunan,” tegasnya.

Dia juga mengingatkan agar tidak lagi dikeluarkan perizinan di kawasan Margonda. Jika ada investor yang mau berinvestasi diarahkan ke wilayah lain di Depok selain Margonda. Jika perizinan yang dikeluarkan hanya sebatas di Margonda maka kawasan lainnya tidak akan berkembang. “Pusat kota tidak boleh hanya satu titik karena untuk mengurai kemacetan perlu dibangun sentra bisnis baru. Harus dibangun titik-titik lain yang juga dekat dengan warga sehingga akses mereka pun menjadi mudah dan perekonomian berkembang,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Dadang Wihana, mengatakan masalah kelanjutan wacana ganjil genap di Jl. Raya Margonda masuk dalam kroscek ulang atau terus dilakukan pengkajian lebih jauh karena memerlukan beberapa tahapan yang harus dilalui. “Memang kajian masalah itu ditargetkan selesai akhir Agustus 2018 tapi karena banyak kajian dan tahapan yang dilalui tentunya harus dilakukan secara detail dan baik agar tidak timbul masalah kemudian hari,” tuturnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top