Industri & Perdagangan

RI – Belanda Sepakat Kedepankan Perdagangan Sawit yang Terbuka dan Adil

IMG-20191008-WA0000

BOGOR, SUARAINVESTOR.COM- Pemerintah Belanda berupaya membantu terpuruknya kesejahteraan petani sawit Indonesia akibat larangan penggunaan minyak kelapa sawit oleh Uni Eropa (UE). Upaya tersebut dengan mendorong kerja sama baru di masa depan melalui kerjasama perdagangan.

Perdana Menteri (PM) Belanda Mark Rutte menyebut, pihaknya berupaya untuk mengubah situasi kompleks menjadi peluang terkait larangan penggunaan minyak kelapa sawit UE, yang dirancang untuk melindungi hutan tropis ini justru terancam merusak mata pencaharian petani penghasil kelapa sawit.

Penegasan disampaikan PM Rutte saat diterima Presiden Joko Widodo dalam kunjungan resmi kenegaraan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (7/10/2019).

“Kami berupaya untuk mengubah situasi kompleks ini menjadi peluang. Seperti yang tadi disampaikan, MoU baru saja ditandatangani dan MoU tersebut akan fokus pada pengembangan kapasitas petani skala kecil,” ujarnya.

PM Rutte mengaku senang bisa mengunjungi Indonesia kembali. Untuk diketahui, ini merupakan kunjungan ke-3 PM Rutte ke Indonesia setelah sebelumnya juga berkunjung pada tahun 2013 dan 2016.

“Banyak hubungan sejarah antara kedua negara dan kita juga mendorong kerja sama baru di masa depan melalui pariwisata, juga pertukaran mahasiswa, dan tentu saja hubungan perdagangan,” kata PM Rutte.

Menurut PM Rutte, banyak sekali area kerja sama lainnya yang memiliki potensi untuk dikembangkan oleh Indonesia dan Belanda. Termasuk di antaranya tentang pengelolaan air, kesehatan, perubahan iklim, dan pengelolaan sampah.

“Saya harap bersama-sama kita akan memanfaatkan peluang tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia dan Belanda sepakat untuk terus meningkatkan perdagangan yang terbuka dan adil. Dalam konteks ini, Presiden Jokowi kembali menyampaikan kekhawatiran Indonesia untuk kebijakan Uni Eropa terhadap kelapa sawit.

“Saya juga menghargai kerja sama yang baru saja ditandatangani oleh Indonesia dan Belanda di New York tanggal 26 September 2019 yang lalu, mengenai pengembangan kapasitas petani kecil sawit untuk menghasilkan kelapa sawit yang lestari,” tegaa Jokowi.

Presiden Jokowi menjelaskan, Belanda merupakan salah satu mitra penting Indonesia di Eropa, baik di bidang perdagangan, investasi, maupun pariwisata. Di antara negara-negara Eropa, Belanda merupakan mitra perdagangan nomor dua terbesar, mitra investasi nomor satu, dan mendatangkan wisatawan nomor empat terbesar dari Eropa.

“Kerja sama ini akan terus kita perkuat dengan menggunakan kerangka kemitraan komprehensif yang sudah dimiliki oleh kedua negara, Indonesia dan Belanda,” lanjutnya.

Di tengah situasi perekonomian dunia yang mengalami tren pelemahan, Presiden Jokowi memandang perlu upaya meningkatkan kerja sama ekonomi dengan banyak mitra, termasuk dengan Belanda.(ato)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top