Nasional

Soal Perjanjian Bamsoet-Airlangga, Darul: Itu Hanya Pribadi, Bukan Institusi

JAKARTA, SUARAINVESTOR-Nasib Partai Golkar ke depan tidak ditentukan oleh segelintir orang atau kader. Karena itu perjalanan partai ditentukan oleh para pemilik suara di Kabupaten/Kota.

“Saya tidak bisa katakan Bamsoet itu ingkar janji, karena tidak ada perjanjian dalam institusi. Kalaupun ada, itu perjanjian pribadi antar mereka berdua,” kata Juru Bicara Bamsoet, Darul Siska kepada wartawan di Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Oleh karena itu, kata anggota Komisi IX DPR, Airlangga Hartarto (AH) diharapkan fokus dan berkonsentrasi menjadi Menko Perekonomian. Sehingga bisa membawa pertumbuhan ekonomi Indonesia sesuai target.
“AH sebaiknya loyal membantu Presiden Jokowi agar suksesk membantu ekonom Indoesia ke luar dari tekanan ekonomi global. Kalau AH sukses, maka bisa dicalonkan partai menjadi pemimpin 2024,” tambahnya.

Legislator dari Sumatera Barat ini tak membantah ada dua calon kuat kandidat Ketua umum Partai Golkar yang saat ini mengemuka di lapangan. “Baru dua tokoh yang terlihat, belum ada yang lain. Mungkin saja nanti menjelang Munas akan bertambah,” ujarnya.

Ditanya berapa dukungan riil masing-masing calon, Darul menjawab masing-masing calon mengklaim sudah banyak. Sehingga totalnya mencapai 1000%. Padahal pemilik suara rill dari Kabupaten/Kota hanya sekitar 450 suara. “Jadi ada pemilik suara yang karena ditekan dia dukung A dan lalu karena ada pilihan hati, dukung B. Wajar yang dukung dua-duanya,” paparnya.

Terkait soal Munas, Darul Siska menambahkan sudah ditetapkan pada rapat Pleno DPP Partai Golkar. Munas Golkar berlangsung 3-4 Desember 2019, di Jakarta. “Dalam rapat pleno kemarin sudah diputuskan, tidak akan ada pemecatan. Bahkan jabatan Plt pun tidak boleh,” imbuhnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top