Infrastruktur

Segera Kuasai Teknologi KA Cepat, 15 Insinyur Dikirik Ke China

images-1

MADIUN-Teknologi kereta api cepat harus segera dikuasai Indonesia. Sehingga anak bangsa tidak ketinggalan. Karena itu Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi segera mengirim 15 insinyur pilihan ke China guna belajar tentang pengembangan kereta api cepat di negara tersebut. “Kita nanti akan kirim ke China untuk belajar semua tentang perkeretaapian cepat. Rencananya, `engineer` ini akan belajar di Kota Chengdu, Provinsi Sichuan, China,” ujar Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir saat melakukan kunjungan kerja di PT INKA (Persero) Kota Madiun, Jawa Timur, Jumat, (8/6/2018).

Menurut Nasir, 15 insinyur tersebut nantinya berasal dari gabungan sejumlah lembaga yang akan fokus untuk pengembangan kereta cepat di Tanah Air. Yakni di antaranya dari PT INKA (Persero), dari Politeknik Negeri Madiun, serta dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

“Kita akan data dulu. Yang dari INKA ada berapa, dari Politeknik berapa, dan dari BPPT berapa. Setelah itu baru berangkat ke Chengdu,” kata dia.

Ia menjelaskan, rencana belasan insinyur belajar kereta cepat ke Tiongkok tersebut bertujuan untuk meningkatkaan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang perkeretaapian. Hal tersebut mengingat jumlah SDM yang ada masih jauh tertinggal dengan pesatnya industri kereta api di Indonesia.

Nasir menjelaskan kebutuhan SDM di bidang perkeretapian sangat besar setiap tahunnya. Sementara itu, jumlah SDM perkeretaapian yang berkualitas di Indonesia masih sangat rendah.

Mendasar dari hal itu pula, Kemenristekdikti bekerja sama dengan Kementerian BUMN meresmikan program studi batu tentang teknik perkeretaapian di Politeknik Negeri Madiun (PNM) di Kota Madiun, Jawa Timur. Program studi tersebut juga dibuka untuk memenuhi kebutuhan SDM di bidang perkeretapian.

“Kami memberikan mandat kepada PNM untuk membuka program studi perkeretaapian mengingat perkembangan transportasi kereta api kian meningkat,” kata Nasir.

Nantinya, lulusan program studi tersebut diharapkan bisa bekerja di proyek-proyek pembangunan kereta api di Tanah Air. Seperti pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung dan proyek kereta lainnya yang menjadi program prioritas pemerintah.

Selain itu, yang tak kalah penting, dengan peningkatan SDM di bidang perkeretaapian, diharapkan industri kereta api Tanah Air semakin maju. Di mana, Indonesia menargetkan dalam proyek kereta yang digarap memiliki tingkat kandungan dalam negeri mencapai 80 hingga 90 persen.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top