Industri & Perdagangan

Sartono : Kesenian Grebeg Pring Urip Dorong Industri Pariwisata Nasional

IMG-20180910-WA0139

MAGETAN-Industri pariwisata merupakan salah satu komoditi yang paling mudah menghasilkan devisa. Karena itu pentas seni budaya perlu “dipasarkan” kepada turis mancanegara.

Adalah seni “Grebeg Pring Urip” yang digelar selama tujuh hari di Lapangan Desa Ringinagung, Kecamatan /Kabupaten Magetan, Jawa Timur resmi dibuka pada Jum’at, 7 September 2018.

Pentas kebudayaan yang seluruh ornamenya bernuansa kayu dari pohon bambu atau dalam bahasa jawa disebut PRING tersebut mampu memecahkan rekor Indonesia dari Original Recor Indonesia (ORI) dengan kategori Menyusun Caping Terbanyak Dengan Bentuk Gunungan Terbesar di Indonesia.

Adapun caping (topi terbuat dari bambu) yang memecahkan Rekor Indonesia itu sejumlah 1440 biji dengan bentuk gunungan tiga dimensi setinggi 7.5 meter dan diameter terbesar selama ini. “Kita apresiasi kesenian yang bernilai tinggi ini, karena itu harus dijaga dan lestarikan,” kata anggota Komisi VI DPR Sartono Hutomo dalam siara persnya, Jumat (9/9/2018).

Penganugerahan piagam rekor Indonesia oleh ORI tersebut diberikan kepada Kepala Desa Ringinagung, Karang Taruna Ringinagung, PEKATIK, Bank Sampah Sapu Jagat dan diserahkan Presiden Original Recor Indonesia melalui pengurus yang berpusat di Bandung Jawa Barat. “Kita terus dorong pengembangan seni rakyat ini agar makin dikenal ke dunia internasional,” tambahnya.

Hadir dalam penganugerahan piagam tersebut Sekda Kab Magetan Drs. Bambang Trianto, MM didampingi jajaran Muspida.

Acara pembukaan Grebeg Pring Urip yang dijadwalkan dimulai 7 sampai 13 September 2018 itu dimeriahkan perform permainan bocah – bocah, Tari Caping, teatrikal dan tari sufi bersama mubaligh KH Syofyan yang lebih dikenal Abah Jambrong.

Sementara itu konsep pagelaran kebudayaan dengan menghadirkan kreasi masyarakat sekitar dengan segala bentuk bangunan terbuat dari Pring atau bambu itu sengaja digagas oleh Harjuno selaku tokoh penggerak Paguyuban Sejarah Kebudayaan Dan Ekonomi Kreatif (PEKATIK) bersama kreatornya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top