Market

Rupiah Tertekan Lagi Jadi Rp14.169

images-1

JAKARTA-Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Selasa pagi menurun enam poin menjadi Rp14.165 per dolar AS dari Rp14.159 per dolar AS karena respons negatif pelaku pasar terhadap peningkatan defisit neraca perdagangan Indonesia.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan sentimen dari dalam negeri dari rilis neraca perdagangan Mei yang mencatatkan defisit lebih besar dari bulan sebelumnya memicu depresiasi rupiah.

“Pergerakan rupiah cenderung berbalik melemah seiring dengan respons negatif atas meningkatnya defisit neraca perdagangan Indonesia yang mencapai 1,52 miliar dolar AS,” ujar Reza.

Apresiasi euro terhadap dolar AS diharapkan terus bertahan dan bisa membantu rupiah bertahan di zona hijau. “Bahkan masih ada sentimen dari rencana pelonggaran LTV juga tidak cukup kuat mengangkat rupiah,” ia menambahkan.

Hari ini rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran support Rp14.158 per dolar AS dan resisten Rp14.146 per dolar AS.

Sebelumnya, Bank Indonesia memandang pelemahan nilai rupiah setelah libur panjang Lebaran 2018 masih dapat “dimaklumi” karena kencangnya tekanan pasar keuangan menyusul ekspektasi empat kali kenaikan suku bunga The Federal Reserve.

Selain itu, rupiah juga tertekan oleh arah kebijakan normalisasi Bank Sentral Eropa, kata Gubernur Bank Indonesia Perry di Jakarta, Jumat, (23/6/2018).

Ia mengatakan rupiah sejak awal tahun hingga saat ini melemah 2,3 persen (year to date/ytd). Namun dalam perdagangan satu hari setelah libur panjang Lebaran, memang tekanan terhadap nilai rupiah diakui mengencang.

“Selama libur itu terjadi kenaikan mata uang global. Semua mata uang juga melemah, jadi tidak usah kaget,” ujar dia.

Sejak pembukaan perdagangan Rabu (20/6) dan Kamis (21/6), usai libur panjang pasar karena Idul Fitri, nilai rupiah menunjukkan tren depresiatif. Namun, dalam transaksi antarbank Jumat pagi ini, rupiah menunjukkan apresiasi tipis menjadi Rp14.100 per dolar AS dibandingkan pada posisi sebelumnya Rp14.102 per dolar AS.

Kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor) yang diumumkan BI, Jumat ini, mencatat rupiah depresiatif hingga Rp14.102 per dolar AS, atau turun 12 poin dibanding Kamis, yakni Rp14.090 per dolar AS.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top