Infrastruktur

PSN “Makan” Korban, Reputasi Sub Kontraktor Perlu Diteliti

20180122_162001

JAKARTA-Banyaknya kecelakaan kerja dalam proyek strategis nasional perlu mendapat perhatian. Terutama dalam pemasangan balok girder, baik proyek tol maupun LRT. “Yang bertanggungjawab itu manajemen lapangan. Apakah sudah sesuai dengan SOP atau tidak,” kata anggota Komisi VI DPR Endang Srikarti Handayani kepada wartawan di Jakarta, Selasa (23/1/2018).

Seperti diketahui pemasangan balok girder beberapa kali mengalami kecelakaan pada sejumlah proyek infrastruktur, misalnya Tol Pasuruan-Probolinggo, Tol Depok-Antasari dan proyek LRT Jakarta. Meski pemasangan balok girder dilakukan oleh sejumlah Subkon berpengalaman, namun ada saja kecelakaan kerja.

Ambruknya balok girder konstruksi LRT ternyata dikerjakan oleh PT VSL Indonesia selaku Subkon PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. Begitu juga ambruknya girder Tol Depok-Antasari dikerjakan Subkon,
PT Citra Waspphutowa, anak perusahaan PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP).

Namun begitu, anggota Fraksi Partai Golkar ini setuju perlu adanya evaluasi secara menyeluruh. Proteksi terhadap para pekerja menjadi di lapangan harus menjadi prioritas. “Asuransi pekerja proyek ini harus ada, kalau tidak ada, maka ini jelas pelanggaran SOP. Jadi harus kita perketat jaminan keselematan kerja ini,” tambahnya.

Terkait soal tanggungjawab Sub kontraktor yang mengerjakan, Endang sepakat terus menerus dievaluasi reputasinya. “Karena yang korban kebanyakan pekerja lapangan, maka sub kontraktor ini harus terus menerus meningkatkan kehati-hatian,” tukasnya.

Saat ditanya apakah Dirut BUMN Konstruksi harus mundur demi tanggungjawab moral atas kecelakaan kerja, Endang tak sepakat dengan cara-cara itu. “Kalau sedikit-sedikit harus mundur, bisa bubar negeri ini. Kita harus berpikir positiflah ke depan,” imbuhnya.

Kemarin, Beton pembangunan Light Rail Transit atau Kereta Api Ringan di Pulogadung, Jakarta Timur, roboh, Senin (22/1/2018) sekitar pukul 00.20 WIB.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta, Jupan Royter menerangkan, lima orang mengalami luka ringan akibat insiden tersebut. “Korban dirujuk ke Rumah Sakit Columbia Asia di Jakarta Timur,” ujar Jupan melalui keterangan tertulisnya, Senin (22/1/2018).

Kelima korban atas nama Rois Julianto (27), Wahyudin (18), Abdul Mupit (30), Ahmad Kurnaedi (22), dan Jamal. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top