Headline

Proyek Dermaga Curah Kering Teluk Lamong Dikebut

SURABAYA–Proyek dermaga curah kering sepanjang 500 meter dinilai sangat strategis, karena bisa menunjang kinerja PT Terminal Teluk Lamong (TTL). Apalagi keberadaan dermaga curah kering itu untuk melayani kapal-kapal curah kering berkapasitas besar. “Setelah 250 meter, luasannya akan diperpanjang menjadi 500 meter pada tahap berikutnya,” kata Direktur Operasi TTL, Rumaji, Selasa (18/4/2017).

Menurut Rumaji, PT Terminal Teluk Lamong pada semeter II 2017 ini segera menargetkan sisa pembangunan dermaga curah kering sepanjang 500 meter untuk melayani kapal-kapal curah kering berkapasitas besar. “Kedalaman dermaga curah kering TTL ini juga mencapai -14 LWS [14 meter], sehingga dapat menampung kapal berjenis Panamax berkapasitas 50.000 – 80.000 DWT [Dead Weight Ton],” ujarnya

Lebih jauh Rumaji menjelaskan pembangunan dermaga curah kering tahap kedua ini sudah dilakukan pada sepanjang 250 meter dan lebar 80 meter dan telah melewati tahap uji coba bongkar muatan kedelai 30.262 ton hanya 20 jam oleh kapal jenis Panamax MV Palona dari Hong Kong.

Pelayanan curah kering TTL tersebut juga dilengkapi fasilitas dan peralatan canggih dan ramah lingkungan, di antaranya 2 unit Grab Ship Unloader (GSU) berkapasitas 2.000 ton/jam dan 2 jalur conveyor sepanjang 1,3 km yang terhubung langsung dengan silo dan gudang seluas 10Ha.

Adapun kapasitas gudang penyimpanan di lahan curah kering TTL mampu menampung 120.000 ton, sedangkan silo dapat menyimpan hingga 80.000 ton komoditi pangan sehingga total kapasitas gudang penumpukan sebesar 200.000 ton.

Komoditi pangan yang dapat disimpan di silo berupa butiran seperti kedelai, jagung, beras, dll. Gudang penumpukan digunakan untuk menyimpan komoditi berupa serbuk seperti soya bean meal (SBM), raw sugar dan lain-lain. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top