Industri & Perdagangan

Program Keahlian Animasi SMK Mendorong Pertumbuhan Industri Kreatif

IMG-20171221-WA0034

JAKARTA, Peningkatan keahlian yang sesuai kebutuhan industri, terutama industri kreatif, dengan menghadirkan guru-guru kompeten menjadi tuntutan masyarakat. Hal ini sejalan dengan trend perkembangan-kemajuan industri kreatif yang mulai tumbuh di kalangan anak-anak muda Indonesia.

“Untuk menghadapi pertumbuhan industri kreatif, pihaknya akan meningkatkan kuantitas maupun kualitas pengembangan program keahlian animasi untuk mendorong pertumbuhan industri kreatif yang semakin maju dan berkembang,” tegas Saryadi Guyatno dari Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud RI di Jakarta, kemarin.

Menurut Saryadi, potensi SMK untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja industri animasi makin tumbuh. Dan, program studi animasi ini memiliki peran sebagai penghasil tenaga kerja yang besar ke depan. Kemendikbud RI mencatat, saat ini terdapat 80 SMK animasi dari total 13.027 SMK; dan 6.310 siswa SMK animasi dari total 4.139.837 siswa SMK, yang perlu ditingkatkan kualitasnya,

“Untuk memajukan SMK diperlukan pemikiran yang maju. Jika SMK dikelola dengan cara biasa-biasa saja, maka hasilnya juga biasa,” kata Saryadi lagi.

Saryadi mengatakan, seringkali masyarakat mengeluhkan fasilitas sarana-prasarana, ketimbang memperbaiki strategi dan visi yang besar untuk kemajuan SMK. “Misalnya, apakah SMK animasi memiliki guru yang kompeten? Keinginan saja tidak cukup, tanpa kesungguhan meningkatkan kualitas guru-guru SMK,” tambahnya.

Dikatakan, Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud pasti akan mengupayakan dukungan sarana-prasaran untuk kemajuan SMK Animasi. “Program dan fasilitas akan mengikuti setiap upaya meningkatkan kualitas SMK,” ungkap Saryadi di hadapan guru-guru SMK se-Indonesia, yang mengikuti Workshop TOT Animasi tersebut.

Kelengkapan sarana-prasana diakui sebagai faktor penting untuk kemajuan SMK Animasi. Tapi, bukan faktor utama yang menentuan keberhasilan SMK Animasi ke depan.

“Peningkatan kualitas dan kompetensi guru SMK Animasi menjadi program pilihan Direktorat Pembinaan SMK pada 2017 dengan mengadakan program pendidikan dan pelatihan: Workshop TOT Animasi,” pungkasnya.

Program Workshop TOT
Program Workshop Training of Trainer (TOT) Animasi 2D dilaksanakan selama satu bulan, mulai 13 Nopember sampai 13 Desember 2017-dan diikuti 26 guru-guru SMK. Terdiri dari 14 propinsi se-Indonesia, antara lain: Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jogjakarta, Banten, Jakarta, Lampung, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, dan Papua.

Workshop Animasi dilaksanakan Direktorat Pembinaan SMK kerjasama dengan School of Sound Recording (SSR) Jakarta. SSR berpusat di Manchester, Inggris sejak 1984 memiliki pengalaman puluan tahun di Inggris sebagai School of Crearive Media and Art, perwakilan di Indonesia sejak 2011.

Program pendidikan dan pelatihan “2D Animation Production” adalah desain program untuk peningkatan kompetensi guru dalam proses produksi film animasi dengan teknik 2D. Dengan program pendidikan dan pelatihan ini diharapkan guru-guru SMK animasi memiliki standart kompetensi keahlian tinggi. Diharapkan program Workshop TOT Animasi ini terus ditingkatkan di SMK seluruh Indonesia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top