Industri & Perdagangan

Produksi Tambang Emas Banyuwangi Ditargetkan Capai 170.000 Ons

images

BANYUWANGI-Produksi emas dari tambang Tujuh Bukit, Kabupaten Banyuwangi diprediksi naik hingga 170.000 ons pada tahun 2018. Oleh karena itu, kinerja perusahaan harus tetap dijaga dengan baik. Sehingga memberikan manfaat untuk daerah.
“Tahun ini diperkirakan meningkat sebesar 155.000 sampai 170.000 ons dengan biaya operasional berkisar 550-650 dolar AS per ons,” kata Corporate Communications Manager PT BSI Teuku Mufizar Mahmud di Banyuwangi, Senin (16/4/2018)>

Menurut Mufizar, selama tahun 2017, BSI berhasil memproduksi emas sebanyak 142.468 ons. Kegiatan penambangan yang dimulai pada Desember 2016 memiliki usia tambang selama sembilan tahun dari lima mulut tambang semala. “Pertama dengan perkiraan menghasilkan 100.000 ons emas dan 300.000 ons perak per tahun,” tuturnya.

Dikatakannya, tambang BSI memiliki rencana usia tambang life of mine (LOM) selama sembilan tahun dengan total produksi 1,0 juta ons emas dan 2,8 juta ons perak, termasuk logam yang dihasilkan selama 2017. “Cadangan mineral Tujuh Bukit porfiri diestimasikan sebesar 1,9 milliar ton pada 0,45 persen tembaga dan 0,45 emas mengandung kira-kira 8,7 juta ton logam tembaga dan 28 juta ons emas,” ujar Mufi.

Walau dikelola BSI, Mufi mengungkapkan, tambang emas Tujuh Bukit sebagian sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Banyuwangi sebagai hibah.

“Dimilikinya saham oleh Pemda Banyuwangi sebagai salah satu contoh nyata upaya PT BSI untuk menjadi bagian dari solusi pemberdayaan masyarakat dan peningkatan ekonomi yang berkelanjutan di daerah ini,” tuturnya.

Jumlah hibah saham yang diperjanjikan sebanyak 10 persen kepemilikan saham sebelum PT Merdeka Copper Gold Tbk, induk usaha PT BSI, melakukan pencatatan saham perdana (IPO).

Setelah Perseroan melakukan IPO dalam rangka menjadi Perusahaan Terbuka (Go Public) pada Juni 2015, seluruh saham dari pemegang saham Pendiri terdilusi, termasuk kepemilikan saham Pemkab Banyuwangi sehingga sekarang menjadi 6,4 persen.

“Namun demikian, secara nilai, kepemilikan saham Pemkab Banyuwangi di Perseroan setelah IPO meningkat 20 kali dari sekitar Rp22,9 miliar menjadi saat ini hampir mencapai Rp500 miliar,” pungkasnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top