Pertanian

Petani Tebu Jombang Kecam Kebijakan Meneg BUMN

images

JOMBANG-Petani tebu Jombang menolak rencana pemerintah mengimpor gula mentah (raw sugar) sebanyak 381.000 ton. Hal ini terkait dengan terbitnya surat Menteri Badan UMum Milik Negara (BUMN) Nomor: S-289 /MBU/05/2016 pada 12 Mei 2016 mengenai Impor Raw Sugar tahun 2016. “Kami menduga kondisi harga saat ini merupakan skenario yang dibuat pihak tertentu untuk mengesankan stok gula tidak ada, sehingga ujungnya minta impor,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional  Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikoen di Jombang, Sabtu (18/6/2016).

Saat ini, kata Soemitro, pihaknya tidak terdengar rakyat berteriak-teriak karena harga gula naik.
“Juga tidak terjadi antrean konsumen seperti jika ada kelangkaan BBM (bahan bakar minyak),” ucapnya.

Oleh karena itu kebijakan impor gula mentah ini, lanjut Soemitro, bakal merugikan petani. Apalagi gula impor siap diedarkan Agustus 2016 yang merupakan puncak musim giling. “Kalau raw sugar diimpor pertengahan Juli 2016, prosesnya paling cepat akhir Juli 2016 baru tuntas, sehingga baru siap ke masyarakat Agustus 2016. Mana bisa untuk stabilisasi harga bulan Ramadan,” paparnya.

Menurutnya, tidak ada kelangkaan gula pasir saat ini. Malah dikhawatirkan stok gula pada 2016 melebihi kebutuhan dan dampaknya harga gula turun drastis. “Terlebih, pada April 2016 lalu lewat PT PPI (Perusahaan Perdagangan Indonesia) sudah mengimpor 200.000 ton lebih. Kalau harga merosot drastis, lagi-lagi petani yang rugi,” terang Soemitro lagi

Soemitro justru berpendapat, harga gulapasir yang terkesan melambung tinggi sekarang ini selain karena faktor “panic buying”, juga ulah atau permainan pihak-pihak tertentu.
“Harga gula naik saat ini adalah ulah pihak tertentu yang ingin mendapat hak impor dan memainkan harga agar harga gula terkesan tinggi,” jelasnya.

Soemitro yakin harga gula pasir akan berangsur turun ke tingkat wajar manakala semakin banyak pabrik gula (PG) yang giling tebu. “Sekarang ini memang baru beberapa PG yang giling. Tapi, Juli 2016 sampai puncak musim giling Agustus 2016 stok melimpah. Saat itu, harga gula akan turun,” pungkasnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top