Investasi

Perlu Kebijakan Efektif Guna Cegah PHK Massal

MUZANI

JAKARTA-Ketua Fraksi Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan pemerintah tidak serius dalam memperbaiki iklim investasi nasional. Buktinya berbagai paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan tak efektif. “Perekonomian nasional tetap lesu. Ini artinya pemerintah belum bersungguh-sungguh menangani ekonomi,” katanya di Jakarta, Kamis (4/2/2016).

Padahal, kata Sekjen Partai Gerindra, pihaknya sudah mengingatkan kondisi ekonomi ini sejak lama. Namun pemerintah lambat merespon. “Masalah PHK sebenarnya bukan permasalahan manajemen perusahaan, namun berkaitan juga dengan iklim investasi yang tidak kondusif,” tambahnya.

Seperti diketahui belum lama ini Ford Indonesia, pabrikan mobil asal AS di Bekasi, lalu disusul tutupnya pabrikan elektronik raksasa asal Negeri Sakura, Panasonic dan Toshiba. Tiga pabrik di Indonesia rencananya bakal ditutup kurun waktu Januari-Maret 2016.

Lebih dari 2.500 karyawan dipastikan menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Belum lagi PHK di sektor migas, PT Chevron Pasific Indonesia yang minta izin mengurangi karyawan sekitar 1200 orang.

Menurut Muzani, PHK massal ini merupakan rentetan dari kondisi ekonomi beberapa tahun lalu. Mestinya pemerintah mengambil langkah cepat, misalnya memberikan insentif kepada perusahaan yang mengalami masalah. “Di sini pemerintah harus cepat mendeteksi, apakah ini karena persoalan ekonomi atau politik,” ucap dia lagi.

Kalau memang PHK ini akibat dari persoalan ekonomi dunia, sambungnya, diharapkan hanya sesaat saja. Namun kalau persoalan politik, tentu harus ada keputusan politik yang tepat.

Sementara itu Ketua Komisi IV DPR Eddie Prabowo menambahkan permasalahan PHK lebih bertumpu pada kebijakan ekonomi. Jadi bukan masalah internal perusahaan saja.

Eddie menuding justru pemerintahlah yang membuat gaduh persoalan ekonomi. “Lihat saja, bagaimana menyelesaikan persoalan impor. Ada ketidakkompakan antara Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian. Kondisi ini membuat ragu para investor,” imbuhnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top