Perbankan

Pengembangan Blended Finance Jadi Alternatif Pembiyaan Infrastruktur

images-2

JAKARTA- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pembangunan infrastruktur penting dalam mendukung program tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) untuk menyediakan sarana dan prasarana dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa mengemukakan ada empat aspek yang perlu diperhatikan dalam mendorong tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia yaitu, inovasi, inklusif, integrasi dan infrastruktur.

“Pembiayaan SDGs saat ini juga kami arahkan melalui pasar modal dengan dikeluarkannya regulasi yang mendorong diterbitkannya green bonds di Indonesia,” kata Wimboh Santoso saat menjadi pembicara diskusi panel dalam forum Private Finance for Sustainable Development yang diselenggarakan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) untuk sesi Principles and Policies di Paris.

Untuk membangun infrastruktur, lanjut dia, pengembangan blended finance menjadi penting sebagai alternatif pembiayaan infrastruktur di Indonesia khususnya dengan mendorong pembiayaan dari pasar modal.

Sementara itu, terkait dengan penyediaan dalam pembiayaan Usaha Mikro Kecil Menengah, Wimboh juga menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia sangat menaruh perhatian pada pemberdayaan sektor itu dengan menyediakan subsidi bunga bagi kredit UMKM.

Dalam forum ini, ia menyampaikan bahwa peran regulator keuangan seharusnya tidak semata-mata fokus pada stabilitas saja tetapi juga berperan menfasilitasi pembiayaan pembangunan nasional, baik dalam pembiayaan infrastruktur maupun penyediaan akses pembiayaan bagi UMKM.
“Regulator harus dapat menyediakan regulatory environment yang mendukung upaya ini,” pungkasnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top