Nasional

Pemerintah Revitalisasi Kawasan 1.000 Rumah Gadang di Solok Selatan

IMG-20180209-WA0156

PADANG- Presiden Joko Widodo mengintruksikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk menyelesaikan revitalisasi Kawasan 1.000 Rumah Gadang pada tahun ini juga.

Keinginan Kepala Negara merevitalisasi Rumah Gadang yang terletak di Solok Selatan itu merupakan wujud dari kekaguman Jokowi melihat Rumah Gadang yang pada 35 tahun untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Solok Selatan.

“Sebagai bagian perawatan dari kekaguman tersebut, saya pada hari ini mencanangkan revatilisasi total kawasan 1.000 Rumah Gadang di Kabupaten Solok Selatan di Provinsi Sumatra Barat,” ujar Presiden Joko Widodo pada Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2018 yang digelar Jumat (9/2/2018) di kawasan Danau Cimpago, Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat.

Lulusan Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada (UGM) yang kini menjadi Presiden Republik Indonesia ke-7 bercerita tentang pengalamannya yang gemar mendaki gunung yang tergabung dalam Mapala Silvagama Fakultas Kehutanan UGM saat mendaki Gunung Kerinci.

“Tahun 1983‎ ada anak muda, naik bus tiga hari dari Jawa menuju Padang, kemudian naik ke Solok, Solok Selatan, Sungai Penuh, kemudian menuju ke Gunung Kerinci melalui Solok Selatan,” ucapnya.

Saat itu, ia kagum akan Rumah Gadang yang ada di Solok Selatan. “Jadi saya ingat betul waktu naik Kerinci, lewat Solok Selatan. Kekaguman saya akan rumah tradisi, rumah adat yang sangat cantik dan Indah sekali,” ucapnya.

Selain di Kabupaten Solok Selatan, Presiden juga meminta penataan kawasan di Desa Terindah, Nagari Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatra Barat juga dituntaskan tahun ini. Desa tersebut dikunjungi Presiden.

“Di desa yang tadi pagi untuk bisa diselesaikan tahun ini. Landscpae, restorasi rumah-rumah yang ada, ‎sehingga akan menambah cantik rumah yang ada di Solok Selatan maupun Pariangan tadi,” tuturnya.

Jokowi menegaskan revitalisasi ini sekaligus menjadi prototipe penaataan bangunan bersejarah di lokasi lain di seluruh Indonesia.

“Dan ini nanti revatilisasi ini sekaligus merupakan prototipe untuk Rumah Gadang yang ada di Sumatra Barat khususnya, juga di seluruh pelosok Tanah Air,” kata Presiden.
Pembangunan Museum Adinegoro

Pada kesempatan tersebut, Presiden menceritakan kunjungannya ke rumah keluarga dari tokoh pers yang sangat dikagumi, Djamaluddin Adinegoro yang berada di Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Kamis 8 Februari 2018. “Rumah tersebut sudah tidak ada tinggal pondasinya, luas 2.459 meter persegi. di situlah Bapak Adinegoro lahir dan dibesarkan,” kata Presiden.

Terlahir dengan nama Djamaluddin Gelar Datuk Maradjo Sutan dan nama pena Adinegoro, karya sastra Djamaludin Adinegoro yang terkenal dan melegenda adalah ‘Darah Muda’, ‘Asmara Jaya’, ‘Melawat ke Barat’. Warisan berharga beliau lainnya adalah atlas pertama Indonesia dan ensiklopedia berbahasa Indonesia pertama.

Kehadiran dirinya tidak hanya sekedar memberi sertifikat yang sudah lama tidak bisa diselesaikan. “Dan dari keluarga besar juga menyampaikan, lahan yang ada akan digunakan untuk museum Adinegoro,” kata Kepala Negara.

Kepada pihak keluarga, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah sangat mendukung pembangunan museum di lahan tersebut.

Kelak di museum itu kita dapat mengenal karya-karya dan jejak langkah beliau sebagai wartawan dan sastrawan yang begitu besar perannya dalam memajukan pers Indonesia, pers yang bertanggungjawab, dan pers yang menggalang persatuan bangsa.(nto/TKP)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top