Industri & Perdagangan

Pembahasan RUU Air, Aspadin : Jangan Bunuh Perusahaan Air Kemasan

IMG-20180213-WA0069

JAKARTA-Perusahaan swasta yang terjun dalam pengelolaan air meminta kepada DPR agar Pembahasan RUU Sumber Daya Air (SDA) memperhatikan kelangsungan nasib perusahaan. Karena ada anggapan seolah-olah perusahaan air kemasan mau “dibunuh”. “Karena banyak menyangkut hajat hidup orang banyak, dimana banyak yang terancam dari draft RUU Sumber Daya Air (SDA) yang ada saat ini,” kata Ketua Asosiasi 
Perusahaan Air Kemasan Indonesia (Aspadin)  Rahmat Hidayat dalam diskusi yang digelar Fraksi Gerindra DPR RI Quo Vadis RUU Sumber Daya Air” di Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Lebih jauh Rahmat menjelaskan dalam draft RUU SDA ini tak memberikan keleluasaan pengelolaan air pada swasta. Sehingga ini mengancam hajat hidup masyarakat. Karena dalam RUU itu jelas-jelas tidak boleh melibatkan swasta masuk. 

Disisi lain, Rahmat mengaku bingung draft RUU SDA yang mendorong agar sumber daya air wajib dibuka seluas-luasnya untuk masyarakat. Tentu hal ini sangat membahayakan keberlangsungan Industri Air Kemasan.  “Di  pasal 58 ayat 1 dalam draft tersebut juga disebut bahwa perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) sama seperti penyedia air minum dalam pipa. Yang berarti berhubungan infrastruktur. Padahal kita ini Manufaktur,” jelas Rahmat.

Tidak hanya itu, lanjut Rahmat, khusus perizinan untuk industri juga hanya diberikan untuk perusahaan – perusahaan BUMN dan BUMD. 
“Kalau begitu terus swasta mau dikemanain yang selama ini berkiprah dengan berkontribusi membangun negeri dengan  mengalirkan air ke sumber tertentu agar masyarakat dapat mengaksesnya,” papar Rahmat.

Mendengar keluhan tersebut, Ketua Komisi V DPR RI yang juga Sekertaris Fraksi Partai Gerindra DPR RI Fary Djemy Francis memastikan bahwa pihaknya akan segera mencari formulasi terkait hal tersebut.

Fraksi Partai Gerindra, kata dia, siap memberikan formulasi agar masyarakat dan pihak swasta tetap diakomodir dengan dalam RUU Sumber Daya Air (SDA) ini. “Harus ada ruang bagi masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya air.  Nah untuk itu formulasinya harus terakomodasi dari kedua pihak,” pungkasnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top