Market

Papua Dapat Saham Freeport, Kenapa Masyarakat NTB Sulit Dapat Newmont?

IMG-20180927-WA0025

JAKARTA-Kalangan DPR mempertanyakan langkah pemerintah memberikan saham Freeport 10% kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua. Sementara Pemprov NTB sulit sekali memperoleh saham PT Newmont. “Salah satu catatan yang harus dibuat oleh pemerintah adalah perbedaan antara divestasi saham newmont dan divestasi saham freeport,” kata Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat, (28/9/2018).

Fahri menambahkan karena ke dua-duanya dapat berakhir sama, mengingat ada pola yang sama yaitu pelibatan pihak ke tiga yang akan menanggung hutang perintah dalam melakukan pembelian saham. “Itu terjadi dalam kasus freeport ini dan juga pernah terjadi pada newmont,” tambahnya.

Makanya, kata Fahri, Pemerintah perlu mengevaluasi kenapa divestasi newmont gagal dan kenapa divestasi freeport dianggap sukses, padahal keduanya sama polanya. “Saya justru mengkhawatirkan karena polanya sama akan berakhir dengan kerugian yang sama,”ungkap Alumni FEUI.

Hal ini, sambung Mantan Ketua KAMMI, mengingat ada ketidakjelasan pihak yang diajak dalam memberikan pinjaman dan bisa saja pihak yang diajak kerjasama itu pihak yang sama. “Dan akhirnya nanti pemerintah terjebak dalam reinvestasi yg kemudian memerlukan uang dan berakhir pemerintah harus delusi sahamnya hingga habis dan bahkan menanggung hutang,” paparnya.

Semua ini harus dijelaskan oleh pemerintah, selain berita gembira yang mencoba atau yang coba disampaikan kepada masyarakat. Sebab masyarakat NTB juga bertanya, kenapa kami tidak bisa mendapatkan 10 persen saham Newmont, sementara Papua bisa nendapatkan 10 persen saham. 9″Sebagai anggota DPR dari NTB, saya menitipkan pertanyaan ini kepada pemerintah untuk dijelaskan kepada masyarakat, nasib dari pada kepemilikan saham masyarakat NTB dalam divestasi Newmont,” pungkasnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top