Nasional

OSO Minta Generasi Muda Lebih Kreatif untuk Bangsa

oso mahasiswa-2

JAKARTA, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO) meminta generasi muda berpikiran kreatif dan maju ke depan. Untuk itu, generasi muda harus dibiarkan berkreasi, berinovasi di kampus dan tidak terbelenggu. Itu artinya jangan sampai sistem pendidikan di kampus membelenggu kreatifitas dan inovasi mahasiswa.

“Saya boleh berasal dari keluarga miskin, tapi saya tidak berjiwa miskin. Saya harus berpikiran ke depan. Selain itu jangan hanya belajar dari buku, melainkan dengan menyelesaikan kualiah, juga harus menambah pengalaman di tengah masyarakat. Sebab, pengalaman itu guru kehidupan yang sebenarnya,” demikian senator dari Kalimantan Barat itu saat memberikan Kuliah Umum di Universitas Tanjungpura Pontianak Kalimantan Barat, dengan tema “Kebangsaan, Kepemimpinan, dan Performance” pada Rabu (28/2/2018).

Karena itu kata Ketum Hanura itu, pemikiran yang ada di kampus harus bisa menjadi suatu produk dan dibawa ke luar kampus, melalui pemikiran, diskusi, dialog, riset, sehingga bisa menjadi suatu performance yang positif dan bermanfaat untuk masyarakat, bangsa dan negara.

OSO pun mengapresiasi keberanian generasi muda “zaman now” dalam beraspirasi. Sehingga tidak harus menunggu bonus demografi generasi emas 2045, tapi mulai sekarang harus berkreasi dan berbuat untuk bangsa dan negara.

“Mahasiswa harus kreatif dan berkreasi bebas, bermartabat, disiplin beraturan, berencana, mempunyai sasaran dan target yang jelas, sehingga tak perlu menunggu tahun 2045,” ujarnya.

Baru-baru ini kata OSO, DPD RI bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia(PWI), Kementerian Desa (Kemendes) RI untuk mengawasi pengelolaan dana desa. Selain itu DPD RI juga akan bekerjasama dengan BPH Migas untuk mewujudkan adanya BBM satu harga dengan mencanangkan satu desa satu sub penyalur BBM (SPBU).

“Ini tidak mudah, maka perlu bantuan para mahasiswa di semua daerah untuk ikut serta mengawasi dana desa, dan saya mengusulkan para kepala desa bisa merekrut para mahasiswa untuk membangun sistem pengelolaan dana desa agar tepat guna,” pungkasnya.

Rektor Universitas Tanjungpura Thamrin Usman juga mengapresiasi semua motivasi dan ilmu dari Oesman Sapta tersebut. Dimana sumber daya manusia (SDM) di Kalbar saat ini masih tertinggal, sehingga perlu kerja keras untuk mengejar ketertinggalan tersebut karena belum semua mampu melanjutkan sampai ke tingkat pendidikan tinggi, universitas.

“Mahasiswa yang hadir saat ini adalah mahasiswa berprestasi melalui beasiswa bidik misi, saya harap ke depan menjadi penerus kita yang lebih baik di masa depan, mempunyai SDM yang bisa membanggakan Kalbar,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top