Industri & Perdagangan

OSO: Broker Harus Jaga Pancasila

IMG-20171111-WA0028

JAKARTA-Profesi broker (perantara antara penjual dengan pembeli), saat ini dinilai ikut membawa maju mundurnya pembangunan. Di tataran broker kelas besar dalam proses transaksi antar negara, broker sebagai pihak ketiga bisa disusupi asing untuk mengintervensi Indonesia.

Oleh karena itu, di hadapan ratusan broker yang terhimpun dalam Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI), Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang mengingatkan agar broker harus menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai acuan dalam menjalankan tugasnya.
“Pancasila itu ibarat dinding yang dapat menolak intervensi negara-negara yang ingin merusak bangsa kita.
Bangsa kita coba dirongrong dan direbut. Untung ada Pancasila. Saya meminta broker juga ikut menjaga Pancasila,” kata Oesman Sapta Odang saat membuka seminar yang diselenggarakan AREBI di Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Dikatakan Oesman, di negara-negara Eropa, dan Singapura untuk wilayah Asia, keberadaan broker disegani. “Broker bukan hanya penghubung antara penjual dan pembeli tapi juga sebagai pelindung,” ungkapnya.

Peran broker di negara-negara itu sangat tinggi karena dipercaya baik oleh pembeli maupun penjual. Tingginya tingkat kepercayaan kepada broker itu karena semua anggotanya tergabung dalam asosiasi sehingga dianggap resmi.

Oleh karena itu, agar broker-broker di tanah air juga dipercaya dan disegani, mereka harus ikut dalam asosiasi resmi yang dijamin keberadaannya. “Broker-broker di tanah air ini nggak boleh liar. Broker-broker harus tertata dan mempunyai badan hukum. Harus ikut organisasi asosiasi. Nah, asosiasi ini sudah ada, tinggal gabung saja,” katanya.(nto)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top