Nasional

Oknum Politisi Terlibat Bom Surabaya?

images

JAKARTA-Wakil Ketua Komisi VI DPR Inas N Zubir mengutuk keras aksi bom bunuh diri yang terjadi di beberapa titik di Surabaya. Namun Hanura kecewa terhadap beberapa politisi yang memanfaatkan insiden kemanusiaan ini untuk menyerang Jokowi sebagai bakal kandidat calon Presiden 2019.

Inas menegaskan, bom di beberapa titik di Surabaya merupakan perbuatan keji yang bersipat intoleran terhadap keberagaman agama di Indonesia dan mengganggu keamanan negara. Karenanya imbuh Inas, tidak selayaknya para politisi berkomentar seolah-olah mengutuk teroris, namun secara implisit malah membela para teroris tersebut.
“Peristiwa kekejian terhadap kemanusiaan ini telah dimanfaatkan oleh politisi-politisi yang berseberangan pilihan politiknya dengan pemerintah untuk dijadikan senjata melawan pemerintahan yang sah dipimpin oleh Jokowi,” kata Inas secara tertulis, Selasa (15/5/2018).

“Kita terkejut ketika membaca argumen-argumen politisi tersebut yang isinya cenderung memberikan angin kepada pelaku teror dengan argumen yang seolah-olah mengutuk teror tersebut tapi secara implisit membela dan mendukung kelompok teroris tersebut dimana seolah-olah para teroris tersebut adalah umat Islam yang difitnah dan diadu domba,” imbuhnya.

Karenanya dia menduga bahwa ada kalangan politisi tertentu yang justru telah bergerak melakukan komunikasi dengan para teroris sebelum terjadinya peristiwa keji di Surabaya tersebut. “Indikasi tersebut bisa kita kaitkan dengan tertangkapnya oknum anggota DPRD Kabupaten Pasuruan dari Fraksi PKS oleh Densus 88 di Bandara Juanda,” ujar Inas.

Selain itu, yang lebih mengherankan bagi Inas, tidak ada statemen apapun terhadapa peristiwa keji tersebut baik dari Prabowo, Gatot Nurmantyo, AHY maupun Anies Baswedan.

“Padahal mereka sedang menggadang-gadang diri mereka untuk mencalonkan diri dalam pilpres 2019. Selain itu, ada apa dengan Amien Rais? yang selama ini lantang menyerang Jokowi tapi tidak bersuara terhadap peristiwa keji di Surabaya tersebut,” herannya.

Inas Menegaskan, sebagai bangsa yang bernurani dimana Islam sebagai agama terbesar di Indonesia, tidak ada alasan apapun untuk melakukan pembenaran dan pembelaan terhadap perbuatan biadab tersebut, bahkan harus menjadi kewajiban bagi politisi-politisi serta bakal calon-calon presiden 2019 untuk menyuarakan perlawanan mereka kepada terorisme dan memberikan empati kepada para korban dan keluarganya.

“Kita sangat ingin agar tindakan terorisme ini dapat semakin diminimalisir bahkan dimusnahkan di bumi Nusantara ini, karena itu, seluruh fraksi di DPR-RI yang mendukung pemberantasan terorisme, harus segera mendorong diparipurnakan-nya RUU Pemberantasan Terorisme,” pungkas dia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top