Headline

Oknum Pejabat Disdikbud Banten Diduga Titip Belasan Siswa

20180710_080156

TANGERANG-Siswa titipan diduga bukan isapan jempol. Bahkan beredar rumors oknum pejabat Disdikbud Banten diduga merekomendasi 11 siswa masuk ke salah satu SMAN Kota Tangerang.

Sementara itu Sekretaris Dindikbud Banten Joko Waluyo saat dikonfirmasi wartawan telepon selulernya tidak aktif. Begitupun dengan pesan Whattapp yang disampaikan, juga belum dijawab.

Ditempat terpisah, anggota Komisi X DPR Amran, SE menegaskan dugaan soal siswa titipan ini jelas menyalahi aturan dan tidak boleh terjadi. Karena penerimaan siswa semuanya harus transparan, sistem online itu memperkecil pertemuan fisik. Tentunya kalau rumors soal titipan itu benar, maka masyarakat bisa complain. “Saya kira dewan pengawas daerah bisa mempertanyakan hal itu. Kalau sudah timbul masalah, kita bisa angkat ketingkat nasional. Tentu semua itu harus dicros chek ulang. lalu apa artinya, sistem online kalau memang masih ada titipan-titipan,” imbuh legislator dari Dapil Sulsel III.

Sedangkan anggota DPR Irgan Chairul Mahfudz mengaku prihatin dengan beredarnya rumors siswa titipan di Kota Tangerang. “Saya kira Dewan Pengawas harus merespon keluhan masyarakat, setidaknya mengechek kebenaran informasi tersebut,” ujarnya di Jakarta, Selasa, (10/7/2018).

Selain Dewas, Mantan Sekjen PPP ini juga mendorong agar pihak inspektorat Pemprov bekerja sama. Sehingga ada sinergi untuk penyelidikan kasus yang sedang menghangat di masyarakat.

Sebelumnya, ada pengakuan seorang guru inisial MT (28) bercerita soal tarif agar siswa lolos PPDB Online tingkat SMA/SMK di Banten. Bagi murid yang ingin lolos, dikenakan tarif Rp 5 sampai 15 juta dengan bantuan calo yang mengaku-ngaku sebagai guru. “Awalnya ada oknum mengatas namakan guru. Dia meminta sejumlah uang untuk meluluskan anak yang dijanjikan kepada orang tua. Jumlahnya (di sekolah saya) kisaran Rp 6 juta per satu anak,” kata MT saat berbincang dengan detikcom, Serang, Banten, Selasa (10/7/2018).

Jumlah uang tersebut, menurutnya adalah garansi agar si anak lulus saat PPDB Online tingkat SMA/SMK. Oknum tersebut, menurutnya berinisial ML. Dia kadang menunggu calon siswa di depan sekolah dengan mengaku sebagai guru. Praktik yang dilakukan oknum tersebut sudah dua tahun semenjak PPDB online diberlakukan di Banten. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top