Industri & Perdagangan

Neraca Perdagangan Defisit, DPR Sarankan Genjot Produk Andalan Ekspor

kabar3.com

JAKARTA,SUARAINVESTOR.COM-Ditengah defisitnya Neraca perdagangan Indonesia sejumlah kalangan termasuk kalangan anggota DPR RI menyarankan agar pemerintah melakukan langkah strategis guna menekan angka defisit tersebut.

“Diperlukan langkah khusus untk menekan defisit neraca perdagangan RI, seiring dengan kondisi ekonomi global yang fluktuatif,” kata Sartono Hutomo Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Demokrat itu saat dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis (30/05/2019).

Selain diperlukan langkah khusus, Menurutnya, pemerintah harus lebih kreatif lagi dalam mencari pangsa pasar dengan menginstruksikan instrumen yang dimilikinya untuk memasarkan produk-produk andalan dalam negeri lebih getol lagi.

Bila perlu blue print perdagangan saat ini tidak ada salahnya untuk diperbaharui mulai dari strategi dan orientasinya.

Hal ini dibutuhkan, lanjut dia, guna menggenjot volume ekspor yang selama ini kurang digarap secara maksimal.

“Visi perdagangan pemerintah harus jelas: seharusnya ada sebuah usaha yang ekstra dan strategi diplomasi yang baik dari pemerintah untuk meningkatkan neraca perdagangan dengan memaksimalkan hubungan dagang ke negara-negara yang potensial terhadap perdagangan RI dan disini memerlukan leadership yang kuat dan mumpuni,” tegasnya.

Disarankannya lagi, pemerintah mesti jeli memaksimalkan sumber daya alam yang dimiliki tentunya selain sumber daya alam yang diperkirakan cadangannya akan habis dalam beberapa dekade kedepan. Musti dipikirkan alternatif sumberdaya alam lain yang dapat mendatangkan pemasukan bagi negara.

“Memaksimalkan potensi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan produksi dengan sektor migas. Walaupun harga minyak sudah turun diakhir 2018 tetapi potensi naik di 2019 sangat terbuka, maka pemerintah harus mengarahkan bahan baku produksi dalam negeri menggunakan bahan non migas, sehingga terjadi pembaharuan energi. Atau diarahkan pada SDA dan bahan baku yang kita punyai semisal batubara,” tandasnya.

Dan yang tak kalah penting untuk diperhatikan juga guna menopang dan memaksimalkan sektor perdagangan, lanjut dia, pemerintah juga harus mulai memikirkan bahkan memfokuskan kebijakan disektor perdagangan berbasis industrialisasi manufaktur.

“Revitalisasi industri manufaktur mutlak dilakukan untuk mendongkrak daya saing produk-produk manufaktur dan mendorong akselerasi pertumbuhan ekspor manufaktur,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top