Nasional

MPR Dukung Jokowi Santuni Anggota KPPS yang Meninggal

nyoblos

JAKARTA, Puluhan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal akan disantuni oleh pemerintah. Bahkan Presiden Jokowi menyebutnya sebagai pahlawan demokrasi.

Karena itu, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mendukung upaya pemerintah untuk menyantuni 91 petugas KPPS yang meninggal karena kelelahan selama bertugas mengawal Pemilu 2019 tersebut.

“Tentu MPR mendukung jika pemerintah menyantuni keluarga korban sebagai bentuk perhatian dan belasungkawa. Apakah melalui KPU, Kemendagri atau Kemenkeu RI, langsung memberikan tanda duka,” tegas Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Menurut Hidayat, tanda belasungkawa itu sebagai bukti pemerintah tidak mengabaikan petugas KPPS. Selain itu, sebagai tanda belasungkawa itu juga untuk membantu keluarga yang ditinggalkan.

“Mereka pasti meninggalkan keluarga, mungkin suami, istri, anak-anak dan sebagainya dan mereka harus melanjutkan kehidupan,” ujarnya.

Apalagi kata Hidayat, baru kali ini pemilu menimbulkan begitu banyak korban jiwa dan sakit. “Beban kerja yang besar ini juga bukan hanya pada petugas KPPS melainkan juga pada saksi dan polisi,” tambahnya.

Karena itu Hidayat mengingatkan jika banyaknya korban itu tidak boleh dianggap sebagai peristiwa biasa. Melainkan harus menjadi bahan evaluasi setelah proses pemilu selesai nanti.

“Demokrasi lima tahunan ini tentunya pesta dan pesta itu harusnya tidak menghadirkan korban. Tapi, buktinya korbannya sudah banyak, sehingga mesti menjadi evaluasi bersama,” pungkas politisi PKS itu.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan pemerintah akan memberi santunan kepada petugas KPPS yang meninggal dunia. Menurut dia, pemerintah akan segera mengalokasikan anggaran untuk para petugas yang telah berjasa dalam menyelenggarakan pemilu 2019 itu.

“Saya sudah mengecek, kemungkinan kita bisa mengakomodasi (pemberian santunan) melalui standar biaya yang tidak biasa,” kata Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Bogor, Selasa (23/4/2019). Namun, Sri Mulyani belum bisa membeberkan berapa santunan yang akan diterima pihak keluarga. Sebab saat ini anggarannya masih dihitung.

“Di dalam konteks ini, nanti kita lihat berapa kebutuhan dan memutuskan sesuai peraturan perundang-undangan,” kata dia.

Sebanyak 91 petugas KPPS meninggal dunia usai bertugas. Jumlah ini berasal dari sejumlah daerah di 15 provinsi di Indonesia.

 

Anggota KPPS yang meninggal dunia paling banyak di Jawa Barat, yaitu 28 orang. Terbanyak kedua setelah Jawa Barat adalah Jawa Tengah, yaitu sebanyak 17 orang meninggal dunia, dan di Jawa Timur sebanyak 14 orang. Selain itu, 374 anggota KPPS dilaporkan sakit.

Jumlah ini tersebar di sejumlah daerah di 15 provinsi. Adapun jumlah polisi yang gugur selama pengamanan pemilu, yakni 15 orang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top