Pertanian

Meski Ada Benih Jagung Gratis, Monsanto Tetap Gandeng Petani Jatim

721321_12265130012016_jagung

JAKARTA-Perusahaan produsen benih Monsanto terus menjalin kerjasama dengan para petani Jawa Timur guna mengembangkan benih jagung. Oleh karenanya, perusahaan menargetkan produksi benih jagung hibirida 6.000 ton pada 2016. “Saat ini kapasitas produksi benih Monsanto Indonesia sebesar 13.500 ton per tahun,” kata Corporate Engagement Lead Monsanto, Herry Kristanto dalam siaran persnya, di Jakarta, Senin (11/7/2016).

Menurut Herry, perusahaan tidak menambah produksi benih jagung hibrida. Alasannya pemerintah mengeluarkan kebijakan dengan membagikan benih jagung gratis pada 2016 untuk lahan seluas 1 juta ha. “Dengan adanya benih gratis, maka permintaan terhadap benih jagung produksi swasta berkurang,” terangnya.

Herry menegaskan kapasitas produksi itu baru terisi sedikit sebesar 6.000 ton saja, dimana 30% diantaranya di ekspor dan sisanya di jual di dalam negeri. Kapasitas produksi benih yang besar ini nantinya akan digunanakan untuk pengembangan produksi jagung bioteknologi. “Kami menjual benih jagung hibirida sebesar Rp 60.000 per kilogram (kg),” paparnya.

Lebih jauh Heery menjelaskan pembagian benih jagung gratis dari pemerintah ini sebenarnya baik untuk mendukung pengembangan jagung dalam negeri. Sebab, sesuai rencana awal, benih jagung gratis ini digunakan untuk pengembangan jagung di lahan baru.

Tapi, fakta di lapangan, benih jagung ini juga merembes ke petani jagung lama yang menanamnya di lahan yang sudah ada. Alhasil, penjualan benih jagung dari perusahaan menurun.

Dikatakan Herry, saat ini sudah ada 25.000 sampai 30.000 hektare lahan petani yang sudah dipakai untuk pengembangan benihnya jagung hibrida. Jika izin pengembangan benih jagung bioteknologi sudah keluar, Monsanto akan memperluas lagi kerjasama dengan petani sampai 70.000 ha. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top