Market

Menpar Arief Resmikan Enam Event Wonderful Morotai

JAKARTA- Satu lagi destinasi prioritas calender of events pariwisata digalang Kementerian Pariwisata. Setelah Borobudur di Jawa Tengah, Danau Toba di Sumatera Utara dan Wakatobi di Sulawesi Tenggara (21/4), kini giliran Morotai di Maluku Utara siap unjuk gigi.

“Targetnya 500 ribu wisman. Wisatawan nusantaranya diharapkan 1,5 jutaan lah. Target segitu hingga 2019. Kalau sekarang baru 11 ribu wisman dengan penduduk Morotai mencapai 60 ribu jiwa,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pada acara peluncuran calendar of events Morotai 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kemenpar RI, Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Pada launching Calender of Events Wonderful Morotai Island Festival (CoE WMIF) 2017, Menpar Arief Yahya didampingi Gubernur Maluku Utara (Malut) Abdul Ghani Kasuba, Penjabat Bupati Morotai Syamsuddin A. Kadir dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Morotai Anthonius E. Hangewa.

Menpar Arief menjamin pembangunan infrastruktur di Morotai tidak melupakan lingkungan. “Pariwisata kalau ekosistem dirusak. Hancur. Pasti, kalau pariwisata jangan khawatir. Karena pariwisata itu adalah industri yang paling ramah lingkungan,” ujarnya.

Mengenai investor yang akan memodali pembangunan destinasi wisata di wilayah Indonesia Timur itu, Menpar Arief mengatakan sejauh ini baru Jababeka yang dikenal sebagai travel agent terbaik di dunia. “Strateginya, kita sudah berpikir investornya adalah salah satu travel agent terbesar. Jadi selain membawa uang, juga akan membawa wisman ke sana. Selain industri pariwisata berupa hotel dengam properti,” kata Menpar.

Ia juga memastikan berbagai kendala sudah diantisipasi pemerintah. “Sudah ditetapkan semua stakeholdernya. Karena yang menetapkan Morotai sebagai ikon pariwisata itu bukan Menpar tapi Presiden,” tegasnya.

Arief meyakini target 500 ribu wisatawan mancanegara (wisman) dan 1,5 juta wisatawan nusantara (wisnus) selama dua tahun ke depan pariwisata Morotai di Maluku Utara dapat tercapai bila didukung semua pihak.

Dia mencontoh, jumlah wisawatan ke Danau Toba di Sumatera Utara melonjak tinggi setelah disukung oleh berbagai fasilitas infrastruktur. “Diharapkan target tercapai. Contoh Danau Toba dari nol sekarang penerbangan ke bandara Silangit itu minimal 15 juta dari 180 ribu. Jumlah yang datang ke Silangit. Jadi sangat mungkin,” tegasnya.

Menpar menjelaskan mulai Mei hingga Oktober 2017 akan ada enam event unggulan yang bertumpu pada daya tarik wisata alam (nature), wisata budaya (culture), dan wisata buatan manusia (man-made). “Pastikan semua kalender kegiatan itu berjalan sesuai jadwal. Timeline-nya akan menjadi patokan para travellers. Jangan sampai berubah tanggal, apalagi bulan dan tahun,” ujar Arief.

Mantan direktur utama PT Telkom Indonesia itu tentu punya alasan tersendiri. Menurutnya, wisatawan selalu membuat rencana untuk berwisata jauh-jauh hari sebelumnya.
“Mereka akan searching, booking, sampai payment via online. Bisa dibayangkan, kalau berubah sedikit saja, betapa kecewanya mereka. Ekspektasi untuk menyaksikan beragam even menarik jadi berantakan,” paparnya.

Kebetulan, Morotai yang terletak di bibir Samudra Pasifik memang kaya akan pesona. Panorama alam dan baharinya sudah berkelas dunia.
Hebatnya lagi, semua pesona itu menyatu dengan tradisi lokal. “Silakan terbang ke Morotai. Nikmati beragam even menarik mulai Mei hingga Oktober 2017,” ucap Arief.

Soal akses ke Morotai sudah jauh membaik. Jangan bandingkan sebelum 2016. Pada awal triwulan pertama 2016 bahkan tidak ada penerbangan regular ke Morotai. Tapi sekarang kondisinya sudah jauh berbeda. Ada penerbangan reguler dua kali per hari dengan kapasitas 72 tempat duduk.

“Begitu pula unsur amenitas, Morotai memiliki 24 cottages dan tahun ini akan dibangun 100 homestay desa wisata,” ujar menteri asal Banyuwangi itu.

Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba juga ikut buka suara. Menurutnya, Pemprov Maluku Utara akan terus konstan menggelar even unggulan sepanjang tahun. “Sejak Juni 2016 sudah ada Wonderful Morotai Island Festival atau Festival Pesona Morotai yang diluncurkan Menpar Arief Yahya. Kemudian dilanjutkan dengan gelar perdana event WMIF dengan menggelar event Fishing Morotai dan Festival Budaya Bahari pada Oktober 2016. Dan sekarang CoE WMIF 2017. Ini sekaligus untuk menetapkan Wonderful Morotai Island Festival sebagai branding pariwisata Morotai,” sebutnya.

Promosi pun digencarkan. Promosinya bukan hanya di menjelajah dalam negeri, tapi juga hingga mancanegara. “Letak Pulau Morotai sangat strategis, berada di jantung Asia Pasifik. Hanya tiga jam penerbangan dari Singapura dan Taipei. Wilayahnya sangat diminati investor,” ucap Abdul Ghani Kasuba.

Bagi yang penasaran, silakan simak enam event unggulan WMIF 2017. Pertama, lomba foto bawah laut (underwater) yang berlangsung di Perairan Morotai Selatan pada 15-19 Mei 2017. Event ini dimaksudkan untuk menjaga serta melindungi terumbu karang dan biota laut lainnya.
Event itu juga sebagai ajang untuk memperkenalkan keindahan alam bawah laut Morotai serta tantangan bagi penyelam dalam mengeksplorasi berbagai jenis sisa-sisa peninggalan peralatan Perang Dunia II di sekitar pulau yang pernah disinggahi Panglima Angkatan Darat Amerika Serika Jenderal Douglas MacArthur yang masyhur itu.

Kedua, ada Festival Pante yang dikemas dalam beberapa kegiatan di antaranya Lomba Timba Laor, Lomba Renang, Lomba Perahu Hias, Lomba Katinting, dan Lomba Renang Tradisional yang akan berlangsung di Morotasi Selatan pada 3-6 Mei 2017.

Ketiga, festival musik dan tari tradisional yang dikemas dalam beberapa kegiatan lomba musik Yangere, Musik Bambu Tada (Hitadi), Lomba Masamper, Lomba Tarian Tide-Tide, dan Lomba Tarian Cakaleleber. Kegiatannya akan berlangsung di Morotai Selatan pada 8-12 Agustus 2017.

Keempat, Fishing Morotai sebagai lomba mancing berskala internasional yang berlangsung di perairan Morotai pada 25-27 Agustus 2017. Kelima, Festival Pesona Kirab Nusantara Morotai dalam rangka memperingati HUT RI berlangsung di Morotai Selatan pada 14-15 Agustus 2017.

Keenam, Morotai Beach Run, kegiatan marathon yang diikuti peserta dari dalam negeri dan mancanegara yang berlangsung di Morotai Utara pada 26-27 Oktober 2017. (har)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top