Infrastruktur

Menkeu : Progress Pembangunan Banyuwangi terlihat Transparan

images

BANYUWANGI-Kementerian Keuangan mengakui Pemkab Banyuwangi sangat cermat memetakan daerah dan kantong-kantong kemiskinan. Sehingga progres pembangunan itu terlihat benar-benar riil. “Saya melihat Banyuwangi jeli memetakan wilayahnya yang masuk zona kemiskinan tinggi. Lalu fokus pada daerah itu dan dikeroyok sampai kemiskinan turun. Ada detail bagaimana membantu masyarakat tidak mampu,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) saat berkunjung ke Banyuwangi, Jumat (2/3/2018).

Lebih jauh Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia mengungkapkan ada sejumlah program pengentasan kemiskinan di Banyuwangi sangat bagus, seperti tabungan pelajar, distribusi makanan lansia, dan kreasi ekonomi di kantong kemiskinan. “Ini menggambarkan bahwa peranan daerah daerah itu sangat penting untuk perubahan yang nyata,” tambahnya.

Menkeu terus mendorong Banyuwangi untuk berinovasi menurunkan angka kemiskinan yang saat ini telah turun drastis hingga satu digit di angka 8,6% dari sebelumnya selalu dua digit.

Dalam kunjungan itu, Alumus FEUI, menjelajahi tata kelola Banyuwangi yang dipaparkan gamblang di Lounge Pelayanan Publik milik pemerintah daerah. Malah,
Sri Mulyani tampak memencet sejumlah tombol di layar komputer yang disediakan bagi pengunjung yang ingin tahu tentang program dan pertanggungjawabannya.

Dia berselancar ke sistem e-village budgeting untuk pengelolaan keuangan desa di Banyuwangi, serta e-monitoring system untuk pemantauan berbagai proyek pembangunan secara online. Dalam sistem tersebut, proyek dipaparkan perkembangannya lengkap dengan foto dan titik koordinat yang tinggal diklik, sehingga mustahil ada proyek ganda atau fiktif.

“Tadi saya lihat display yang dipampangkan, bisa diakses publik. Bagaimana progress pembangunan terpampang secara transparan. Juga bisa terlihat bagaimana kemajuan suatu proyek, ada fotonya, ada titik koordinatnya. Itu adalah bentuk akuntabilitas yang dibutuhkan,” kata SMI.

Menkeu mengapresiasi kinerja pengelolaan pemerintahan Banyuwangi yang tak hanya bertumpu pada administrasi yang baik sesuai hukum keuangan negara, tetapi program-programnya juga berdampak ke peningkatan ekonomi masyarakat. Hal itu pula yang membuat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Banyuwangi mendapat predikat tertinggi se-Indonesia, serta daerah itu mendapat dana insentif Rp 75 miliar dari Kemenkeu.

SMI sendiri datang ke Banyuwangi untuk meninjau persiapan penyambutan delegasi IMF-Bank Dunia dari berbagai negara yang bakal mendarat di kabupaten tersebut pada Oktober mendatang.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berterima kasih atas berbagai panduan yang diberikan pemerintah pusat. “Sebenarnya simpel saja, ikuti arah kebijakan pusat. Misal, Presiden Jokowi awal-awal dulu bilang, ubahlah paradigma keuangan negara,” ungkapnya.

Mantan anggoat DPR ini menambahkan Banyuwangi berani melakukan berbagai terobosan. “Dari money follows function ke money follows program. Fokus kita apa, itu dana digelontorkan. Bukan dibikin rata semua dinas hanya untuk rutinitas,” ujar Anas lagi.

Dari sana kemudian Banyuwangi membuat prioritas-prioritas, seperti pariwisata untuk peningkatan ekonomi.
“Dan itu kemudian kita bersyukur, ternyata dampaknya terasa. Pendapatan per kapita naik 100 persen jadi Rp 41,46 juta per orang per tahun pada 2016 lalu, dengan kemiskinan yang berhasil kita tekan di level 8 persen,” pungkasnya. ***eko

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top