Nasional

Kuota Siswa SMAN Kota Tangerang Berubah-Ubah, DPR : Masyarakat Bisa Complain

20180706_080930

TANGERANG-Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) Banten melalui online ternyata penuh keanehan. Selain tidak transparan, jumlah kuota SMAN berubah-ubah, alias tidak konsisten. Kasus yang terjadi pada SMAN 2 Kota Tangerang, awalnya kuota 276, kemudian berubah menjadi 306 karena ada perpanjangan pendaftaran, namun menjelang penutupan tanggal 30 Juni 2018, kuota berubah lagi menjadi 298. “Ya, tentu saja perubahan kuota yang mendadak akan menimbulkan pertanyaan masyarakat,” kata anggota Komisi X DPR Amran kepada wartawan di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Menurut Amran, kalau soal perpanjangan waktu pendaftaran PPDB tak masalah, karena kemungkinan jumlah siswa belum terpenuhi. Tentu mengejutkan masyarakat, mengapa bisa berkurang saat penutupan pendaftaran. ”
“Apakah memang ada pergeseran terhadap siswa yang sudah diterima, atau ada yang mundur tp masih tercatat, atau ada penambahan ruang belajar (rumbel), jika ada penambahan ruang belajar maka tidak ada masalah, kecuali ada pemaksaan satu kelas menjadi 50 orang. Jelas ini tidak efektif,” paparnya.

Menyinggung soal siswa titipan pejabat, anggota Fraksi PAN ini menegaskan tentu hal ini menyalahi aturan dan jelas tidak boleh terjadi. Karena penerimaan siswa semuanya harus transparan, sistem online itu memperkecil pertemuan fisik. Tentunya kalau rumors soal titipan itu benar, maka masyarakat bisa complain. “Saya kira dewan pengawas daerah bisa mempertanyakan hal itu. Kalau sudah timbul masalah, kita bisa angkat ketingkat nasional. Tentu semua itu harus dicros chek ulang. lalu apa artinya, sistem online kalau memang masih ada titipan-titipan,” imbuh legislator dari Dapil Sulsel III.

Sementara itu Sekretaris Dindikbud Banten Joko Waluyo yang dikonfirmasi wartawan melalui telepon selulernya tidak aktif. Begitupun dengan pesan Whattapp yang disampaikan, juga belum dijawab.

Sebelumnya, anggota DPR Irgan Chairil Mahfud menyoroti dugaan ketidaktransparan PPDB Banten 2018, karena diduga kuotanya berubah-ubah, pada SMAN 2 Kota Tangerang.

Bahkan beredar informasi di kalangan masyarakat adanya oknum pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten yang “menitipkan” sejumlah siswa ke SMAN 2 Kota Tangerang. “Saya kira Dewan Pengawas harus merespon keluhan masyarakat, setidaknya mengechek kebenaran informasi tersebut,” ujarnya di Jakarta, Selasa, (10/7/2018).

Selain Dewas, Mantan Sekjen PPP ini juga mendorong agar pihak inspektorat Pemprov bekerja sama. Sehingga ada sinergi untuk penyelidikan kasus yang sedang menghangat di masyarakat. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top