Uncategorized

KTTLB OKI Hasilkan Tiga Kesepakatan Penolakan Trum

IMG-20171214-WA0051

JAKARTA- Usai mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa (KTTLB) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul, Turki, untuk membicarakan persoalan terkait Palestina.

Presiden Joko Widodo menggelar keterangan pers mengenai poin-poin penting harus dijalankan oleh negara-negara OKI dalam membela Palestina dan menolak keputusan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Tiba sekitar pukul 12.30 WIB di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis, (14/12/2017), Kepala Negara didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memberikan keterangan.

Presiden Jokowi meminta agar pertemuan KTTLB OKI menghasilkan tindakan nyata dan berharap negara-negara anggota OKI dapat mengupayakan perjuangan yang lebih dalam merespons situasi Palestina di Dewan Keamanan PBB.

“Di Dewan Keamanan PBB, negara-negara OKI harus dapat memastikan adanya pertemuan open debate mengenai situasi di Palestina,” tegas Jokowi.

Presiden menjelaskan KTTLB OKI yang dilaksanakan pada Rabu kemarin menghasilkan sejumlah kesepakatan.

“Pertama, menghasilkan resolusi OKI mengenai Al-Aqsa. Kedua, menghasilkan komunike final OKI, dan yang ketiga menghasilkan deklarasi Istanbul,” ucapnya.

Presiden Joko Widodo menyerukan agar negara-negara anggota OKI mendukung penuh upaya Palestina untuk mendapatkan status keanggotaan di sejumlah organisasi internasional. Dalam hal ini, negara-negara anggota OKI diharapkan untuk memulai lobi kepada negara-negara lain.

“Anggota OKI juga harus mendukung setiap pencalonan Palestina dalam keanggotaan di berbagai organisasi internasional dan negara OKI harus memulai lobi dukungan kepada negara-negara gerakan nonblok,” imbuhnya.

Enam Usulan Indonesia

Dalam keterangan persnya, Presiden Jokowi juga mengungkapkan enam usulan Indonesia di KTTLB OKI dalam pidato di forum tersebut. Keenam poin penting tersebut kembali disampaikan Presiden Jokowi.

“Pertama, OKI harus secara tegas menolak pengakuan unilateral tersebut,” ucapnya.

Menurutnya, solusi dua negara merupakan satu-satunya solusi yang dapat diterima di mana Jerusalem Timur ditetapkan sebagai ibu kota Palestina.

Kedua, Presiden Jokowi mengajak semua negara yang memiliki Kedutaan Besar di Tel Aviv, Israel, untuk tidak mengikuti keputusan AS memindahkan kedutaan ke Yerusalem. Ketiga, negara OKI dapat menjadi motor untuk menggerakkan dukungan negara yang belum mengakui kemerdekaan Palestina.

“Keempat, bagi negara anggota OKI yang memiliki hubungan dengan Israel agar mengambil langkah-langkah diplomatik, termasuk kemungkinan meninjau kembali hubungan dengan Israel sesuai dengan berbagai resolusi OKI,” imbuhnya.

Kelima, anggota OKI harus ambil langkah bersama tingkatkan bantuan kemanusiaan, peningkatan kapasitas dan kerja sama ekonomi kepada Palestina. Keenam, OKI juga harus mampu menjadi motor bagi gerakan di berbagai forum internasional dan multilateral untuk mendukung Palestina.

Sejumlah pejabat menyambut kedatangan Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Ade Supandi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.(nto)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top