Nasional

KPK Didesak Selidiki Dugaan Ketidaktransparanan Kuota SMAN 2 Kota Tangerang

20180706_080930

TANGERANG-Direktur eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelidiki perubahan kuota siswa SMAN Kota Tangerang. Alasannya ketidakkonsisten kuota sejumlah SMAN di Kota Tangerang terus menjadi sorotan publik. Terutama pada SMAN 2 Kota Tangerang, dimana kuota siswa terjadi berubah-ubah dalam beberapa hari. Sehingga menimbulkan dugaan permainan kuota dalam PPBD Banten. “Tim penegak hukum harus segera menyelidiki kasus naik turunnya kuota SMAN tersebut. Jangan sampai keresahan masyarakat menimbulkan gejolak sosial,” katanya, Kamis (5/7/2018).

Tim pengawas dari Pemprov Banten, kata Uchok, harus bisa memberi penjelasan kasus naik turunnya kuota pada SMAN 2 Kota Tangerang tersebut. Ketidaktransparan itu bisa mengakibatkan ketidakpercayaan masyarakat. “Paling tidak, Tim Inspektorat bisa mendatangi Diknas Pemprov Banten, meminta sejumlah keterangan tambahan,” tambahnya.

Uchok mendesak agar kasus tersebut tidak ditutup-tutupi. Bahkan harus dibongkar agar tak terjadi lagi pada sekolah lainnya. “Wajar masyarakat jadi curiga, karena seolah-olah ada kesan naik turunnya kuota seperti bursa dagang,” ucapnya lagi.

Malah, sambung Uchok, pihaknya mendesak KPK berani menangani masalah ini. Karena di beberapa tempat penerimaan siswa melalui ppdb menimbulkan kericuhan. “Bahkan membuat orang tua siswa menjadi stress dan kebingungan,” tandasnya.

Ditempat terpisah, Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Tangerang Drs Kukuh Wahyudi mengakui terjadinya perubahan kuota beberaoa waktu pada sekolahnya. “Memang ada beberapa nama siswa yang harusnya muncul dalam aplikasi itu, namun pada kenyataanya tidak ada. Ya ini kesalahan aplikasi, bukan sekolah yang mengatur,” katanya di Tangerang, Kamis (5/7/2018)

Dari pantauan lapangan anehnya, hanya SMAN 2 Kota Tangerang yang tidak konsisten soal kuota tersebut. Awalnya kuota 276, kemudian berubah menjadi 306 dan saat penutupan berubah lagi menjadi 298. Sementara SMAN 6 Kota Tangerang tetap konsisten kuotanya dari 276 menjadi 306 hingga hari penutupan.

Dijelaskan Kukuh, banyak siswa pindahan dari SMAN 1 Kota Tangerang menuju SMAN 2 Kota Tangerang yang juga terlempar, karena pengurangan kuota yang tiba-tiba. Akibatnya, namanya tidak ada lagi dalam daftar tersebut.

Menurut Kukuh, soal aplikasi ppdb itu kewenangannya ada di Diknas Pemprov Banten. Begitu juga soal pengaturan kuota setiap sekolah. Namun begitu, Kukuh mengakui seharusnya ada koordinasi antara sekolah dengan Diknas Pemprov soal kepastian kuota masing-masing sekolah. “Ya, betul yang tahu persis soal kuota memang sekolah yang bersangkutan,” ucapnya lagi

Disisi lain, Kukuh juga tak membantah adanya perubahan kuota SMAN 2 Kota Tangerang. Awalnya, memang 276, kemudian berubah 306 dan akhirnya menjadi 298. “Hanya saja, pihak sekolah tak bisa disalahkan juga. Karena bukan sekolah yang mengatur-atur kuota pada ppdb online,” paparnya.

Lebih jauh kata Kukuh, sudah ada dua orang tua yang mengadukan masalah ini kepada Kantor Cabang Tangerang (KCT). Namun begitu pengaduan tersebut akan diteruskan kepada Diknas Pemprov Banten, karena lembaga tersebut yang menangani soal ppdb banten. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top