Nasional

Kisah Persahabatan KH Wahab Chasbullah dengan Bung Karno

580a2813-cad5-4061-8a43-55dc6882ce2b

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Ketua Umum PB Nahdatul Ulama (NU) KH Said Agil Siradj menyatakan organisasi keislaman terbesar di Indonesia itu sangat bersahabat dengan PDI Perjuangan yang berakar dari Proklamator RI Bung Karno.

Menurut Kiai Said, sapaan akrabnya, NU dan PDI Perjuangan (PDIP) sudah bergandengan tangan sejak Indonesia berdiri dan merdeka.

“Antara NU dengan PDIP yang nasionalis sangat-sangat bersahabat. Jika seandainya tidak bergandengan santri dan nasionalis, belum tentu merdeka Indonesia,” kata Kiai Said.

Hal itu disampaikan Kiai Said di hadapan lebih dari seribu santriwan dan santriwati di Pondok Pesantren Al Tsafaqah di Jakarta Selatan, Selasa malam (8/10/2019).

Di Pondok Pesantren Al Tsafaqah yang diasuh Kiai Said itu, jajaran DPP PDI Perjuangan bersilaturahim dengan para santri.
Rombongan partai dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto, bersama sejumlah kader partai. Diantaranya adalah Gus Nabiel Haroen yang juga Ketua Pencak Silat NU Pagar Nusa, Sekjen Baitul Muslimin Indonesia Gus Falah Amru yang hadir bersama Wasekjennya Rahmat Sahid, dan beberapa anggota DPRD DKI Jakarta.

Kiai Said bercerita tentang perhabatan Bung Karno yang seringkali meminta masukan dari para kiai NU. Salah satunya adalah KH Wahab Chasbullah yang ditemui Bung Karno pada 1948.

Saat itu kondisi negara sedang berada di ambang perpecahan. Dari keduanya, lahirlah istilah halal bihalal yang hingga saat ini dipakai.

“Saat itu terminologi halal bihalal muncul dari Kiai Wahab untuk menjawab permintaan Bung Karno untuk adanya silaturahmi antartokoh,” kata Kiai Said.

Pada kesempatan itu, di hadapan para santri, Kiai Said menegaskan NU menolak NKRI bersyariah. Diceritakannya kisah saat KH Wahid Hasyim ber-istiqarah dan setuju dihapusnya tujuh kata dari Piagam Jakarta. Dengan sebuah visi bahwa lebih penting memastukan Indonesia yang kuat terlebih dahulu.

Menurut Kiai Said, yang sangat penting adalah justru NU dan Nasionalis yang memang sudah ada sejak NKRI berdiri.

“Bahwa NKRI, Pancasila, dan UUD 1945 sudah final. Maka lebih baik kita isi saja kemerdekaan ini dengan amal-amal Islam,” tukas Kiai Said.

“Jadi persahabatan NU dengan kaum Nasionalis sangat penting harus kita jaga. Kalau tidak nanti kita seperti Timur Tengah,” kata Kiai Said.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengatakan ada sejarah panjang antara Soekarnois dengan Nahdliyin. Maka itu, bisa dipahami banyak pihak yang tak senang ketika keduanya bersatu.

“Ketika Soekarnois dan Nahdliyin bersatu, banyak pihak tidak senang. Kita harus menjawab tantangan ini bersama-sama,” kata Hasto.

“Maka fitnah bahwa PDI Perjuangan anti Islam sudah jelas tak benar. Bagaimana mungkin anti Islam, terbukti PDI Perjuangan dekat dengan NU,” tandasnya.(ato)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top