Pertanian

Keterlibatan Pemuda Dalam Sektor Pertanian Penting

IMG-20180305-WA0027

BALI-Pemerintah dinilai belum serius menggarap sektor pertanian. Padahal ini terkait dengan masalah kedaulatan pangan. Karena itu, melibatkan pemuda dalam bisnis pertanian merupakan salah satu langkah dan strategi menuju swasembada pangan. “Keterlibatan pemuda dalam sektor dan bisnus pertanian merupakan salah satu solusi untuk untuk mengatasi ancaman krisis pangan,” kata Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia (PTI), Fary Djami Francis dalam acara ASEAN FARMERS YOUTHCAMP I di Bali, Selasa (6/3/2018)

Seperti diketahui Forum ASEAN FARMERS YOUTHCAMP I diikuti perwakilan pemuda dari negara – negara ASEAN dan pemuda dari berbagai Provinsi di Indonesia. Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kerjasama antar pemuda di ASEAN. “Dengan mengajak pemuda telibat aktif memenuhi kebutuhan pangan, saya yakin kita akan mampu berdaulat pangan,” tegas Fary lagi.

Dalam orasinya, Ketua Komisi V DPR ini, menambahkan generasi muda merupakan tulang punggung bangsa dan memiliki peran yang sangat besar dalam perubahan suatu bangsa. Namun pada era sekarang sangat sedikit pemuda yang mau berjuang dalam dunia pertanian.

Oleh sebab itu, lanjut Fary, PTI mengajak seluruh generasi muda untuk terjun kedalam dunia pertanian untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan swasembada. “Mengutip pesan Bung Karno, bahwa soal pangan adalah soal hidup matinya bangsa! dan Saat ini kita menghadapi ancaman krisis pangan global,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Mohamad Hekal meminta BUMN harus menjadi garda terdepan dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Sehingga pertanian Indonesia dapat menguasai pasar pangan Global dan tidak menjadi negara pengimpor pangan.

Hekal sangat menyayangkan kondisi alih fungsi lahan pertanian yang cukup masif. Di lapangan, lahan-lahan pertanian produktif berubah menjadi perumahan. “Indonesia harus memiliki BUMN yang fokus terhadap pembelian lahan pertanian, sehingga bila ada petani yang terpaksa menjual lahannya,” tambahnya.

Karena kebutuhan untuk pertanian, sambung anggota Fraksi Partai Gerindra, lahan tersebut dibeli oleh negara melalui BUMN. Dengan begitu maka lahan pertanian yang produktif tetap terjaga. “Intinya, antar BUMN harus bersinergi tidak bisa berdiri sendiri- sendiri. Harus ada sinergi dan visi bersama, Kedaulatan pangan bukanlah jargon namun tapi tujuan dan cita-cita yang harus kita wujudkan,” ungkapnya.

Setelah seminar Internasional, agenda dilanjutkan pelatihan pertanian di Pusat Pelatihan Pertanian Somya Pertiwi di Tabanan bali dan kunjungan lapang ke Jatiluwih Rice Terrace yang merupakan daerah Persawahan terasering dengan pemandangan indah yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia.

Kegiatan dibuka dengan Seminar Internasional yang di hadiri oleh para tokoh Internasional dan Nasional, Haerul Saleh Anggota Komisi XI DPR RI, Agung Jelantik Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia dan Ali Fahmi dari La Via Campensina Asia Tenggara dan Asia Timur.

Kegiatan ini di dukung oleh Perusahaan Listrik Negara, Jasa Raharja, Adhi Karya, Waskita Karya, Bank Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, Perusahaan Gas Negara, Pupuk Indonesia Holding Company. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top