Industri & Perdagangan

Kadin-DPD Cari Formula Pasar Ekspor Kopi

20180314_160832

JAKARTA-Komoditi kopi Indonesia seharusnya bisa menguasai dunia. Karena Indonesia memiliki banyak sekali jenis kopi berkualitas tinggi. Apalagi kedai-kedai kopi internasional ternyata bahan bakunya dari Indonesia. “Mestinya, kopi Indonesia bisa menjajah dunia. Karena itu tadi, biji kopi asal Indonesia menyuplai ke hotel-hotel kelas dunia,” kata Ketua Umum KADIN Eddy Ganefo sebelum diskusi “Ngopi Bareng Senator” berthema “Kopi Daerah Indonesia, Kopi Dunia” bekerja sama dengan DPD RI di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Hadir pula, Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono, Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba dan Bupati Agam.

Diakui Eddy, Kadin sengaja menggandeng DPD RI guna mempromosikan kopi lokal alias dari daerah bisa menembus pasar ekspor. Karena ini menjadi tantangan tersendiri. Meski Indonesia masuk tiga negara terbesar produksi kopi, namun posisinya dibawah Vietnam. “Mudah-mudahan sinergi dengan DPD, bisa mencari formula yang tepat guna mencari peluang ekspor,” terangnya.

Oleh sebab itu, lanjut Alumnus FE Universitas Sriwijaya, Kadin berharap agar komoditi kopi ini bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. “Di sinilah, kita berusaha mencari cara guna menggenjot dan sekaligus meningkatkan kualitas produksi kopi nasional. Sehingga kopi Indonesia bisa diterima di negara-negara luar,” jelasnya.

Lebih jauh Eddy membeberkan soal kerjasama Kadin dengan PT Pos Indonesia guna tata cara ekspor kopi nusantara. Ternyata kegiatan tersebut mendapat respon luar biasa, karena banyak diikuti oleh produsen kopi lokal dan Asosiasi Kopi Special Indonesia (AKSI). “Setelah PT Pos memberi penjelasan, ternyata tatacara ekspor kopi mudah sekali. Yang penting di negara tujuan, ada yang menampung dulu,” imbuhnya.

Kadin, sambung Eddy, berharap kopi yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dapat bersaing dengan kopi produksi perusahaan besar. Sehingga menjadi pemain utama di pentas dunia.

“Saya berharap para pelaku usaha ekonomi daerah, terutama yang bergerak di sektor perkebunan kopi dan usaha di sektor hilir kopi dapat bersinergis dengan segala pemangku kepentingan. Jadi bisa saling bergandengan tangan dan bahu membahu dalam mengembangkan produk-produk daerah, yang akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono mengungkapkan kegiatan ini merupakan wujud perhatian DPD RI terhadap peningkatan usaha ekonomi rakyat daerah. Sekaligus tindak lanjut MoU yang telah ditandatangani oleh DPD RI dengan KADIN pada tanggal 21 Juli 2017. “Sebagai wujud kongrit perhatian DPD RI dalam memfasilitasi dan meningkatkan peran berbagai asosiasi dalam memajukan Usaha Mikro Kecil Menengah di daerah,” ujarnya.

DPD RI yang bekerjasama dengan KADIN pada kesempatan ini mengangkat kopi kopi daerah Indonesia yang belum banyak dikenal secara luas, seperti potensi kopi dari Agam Sumatera Barat yang disebut sebagai Ameh Hitam dari Agam, kopi dari Aceh Selatan, dan kopi dari Toraja Utara. “Yang jelas, kopi bukan sekedar soal kenikmatan, namun juga soal nilai ekonomisnya bagi negara-negara yang memproduksi dan mengekspor biji kopi, seperti halnya negara kita Indonesia,” terangnya.

DPD RI akan selalu siap untuk membantu memfasilitasi dan mempromosikan kopi kopi daerah Indonesia dalam setiap ajang kegiatan yang dilakukan, baik di dalam negeri maupun terutamanya ke luar negeri.

Disamping itu berkaitan dengan komoditi-komoditi agrikultur, kopi adalah penghasil devisa terbesar keempat untuk Indonesia setelah minyak Sawit, Karet dan Kakao.

Karena itu, lanjut Nono, DPD RI sangat mendukung dan mengapresiasi langkah para kepala daerah di Indonesia untuk mengembangkan dan memperluas perkebuban kopi, meremajakan perkebunan-perkebunan lama melalui program intensifikasi, serta membina para UMKM kopi di daerah untuk dapat meningkatkan kualitas dan inovasi tekhnologi pengolahan kopi. ***eko

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top